kaukus Muda Indonesia Membahas Masalah Dwelling Time

 

Busur News Com,Jakarta- Saat ini Kami masih kurang dalam informasi data-data yang ada di pelabuhan dan seharusnya Indonesia mampu memiiki sistem layanan Nasuonal Single Window, kata Hari S Nugroho kerika memberikan keterangan pers dihadapan awak media seusai menjadi pembicara di seminar yang di adakan Kaukus Muda Indonesia ( KMI) DI Hotel Meridian Jakarta Kamis, 12 April 2017.

Nugroho juga menambahkan Masalah yang kami hadapi untuk saat ini dan ini sudah berlangsung dalam 10 tahun ini kalau perkembangan Integrasi Indonesia Nasional Single Window (INSW) kendalanya adalah Faktor non teknis, yaitu sejak dari penataan organisasi, penataan proses bisnis, penataan standar data dan informasi, perubahan serta payung hukum

Dalam seminar kali ini
Kaukus Muda Indonesia (KMI) mengambil tema ” Integrasi Indonesia Nasional Singgle Windaw ( INSW) dalam Memangkas Dwelling Time”.

Adapun sebagai pembicara dalam seminar tersebut adalah hadir sebagai pembicara Kapten Subandi Ketua GINSI (Gabungan Importir Seluruh Indonesia), Harry S Noegroho Deputi Bidang Proses Bisnis PP- INSW, Nizar Zahro Anggota DPR Komisi V Fraksi Gerindra, dan David Pandapotan Sirait Senior Vice President Operations Keynote IPC.

Seminar Integrasi Indonesia Nasional Single Window dalam memangkas Dwelling Time ini juga dihadiri oleh para mahasiswa dan penggiat di bidang pelabuhan, pengusaha yang tergabung dalam GINSI.

Sementara itu pembicara yang lain dalam makalahnya David Pandapotan Sirait menambahkan, bahwa yang menjadi issu Dwelling Time adalah End to End proses operasi peti kemas, dimulai dari kapal sandar sampai peti kemas meninggalkan pelabuhan.

Ekonomi Indonesia di dominasi oleh sekelompok Provinsi di Pulau Jawa dan Sumatra, hal ini di picu oleh kawasan industri yang banyak di Pulau Jawa dan Sumatra, ini menyebabkan gap ekonomi antara Indonesia bagian barat dan Timur.

Traffic (perdagangan) peti kemas domestik sangat besar di Indonesia bagian barat, namun sangat kecil yang menuju ke Indonesia Timur, rute dari Indonesia Timur ke Pulau Jawa yang sangat sedikit menyebabkan kenaikan ongkos Logistik untuk rute yang menuju Indonesia timur. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah solusi radikal yaitu tol laut, tutuo David.(nor)