Kategori
hukum

Kasus Kriminalisasi Ketum Apkomindo Akan Segera Terkuak

 

Busur News Com,Jakarta – Kebenaran selalu menampakkan dirinya tanpa seorangpun tahu bagaimana hal itu bisa terjadi. Hal seperti ini rupanya memang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa, ketika ada upaya kejahatan untuk menutupi kebenaran tersebut.

Nampaknya bukan suatu kebetulan, dalam kasus dugaan pelanggaran Hak Cipta Apkomindo kebenaran pelan-pelan mulai terkuak. Menurut Ir. Soegiharto Santoso atau yang biasa disapa Hoky Ketum Apkomindo yang didakwa dengan tuduhan melakukan pelanggaran menggunakan seni logo Apkomindo dan sedang proses persidangan di PN Bantul mengatakan, ”Tuhan memang maha adil dan baik, sebab tanpa disengaja hari ini telah ditunjukkan semakin kuat kebenaran tentang dugaan kriminalisasi terhadap diri saya, bagaimana mungkin tersangka Dicky Purnawibawa yang tidak menghadiri sidang malah berada di Jakarta dan sedang berdiskusi dengan saksi pelapor Agus Setiawan Lie? ada apa ini? bahkan Dicky menyatakan tidak akan menghadiri sidang di PN Bantul pada Rabu tanggal 10 Mei 2017, karena sudah tidak pernah dihubungi lagi oleh JPU Ansyori SH dan tidak ada surat panggilan lagi,” ujarnya saat ditemui awak media di loby hotel Ibis Style Mangga Dua Square (08/05/2017).

Pemantau awak media, Penasehat Hukum Terdakwa yaitu Riswanto SH sudah berulang kali meminta JPU Ansyori SH agar saksi Dicky Purnawibawa selaku Ketua DPD Apkomindo DIY dihadirkan di persidangan di PN Bantul, karena Ketua DPD Apkomindo DIY merupakan saksi kunci atas kasus dugaan pelanggaran Hak Cipta seni logo Apkomindo yang didakwakan terhadap diri terdakwa. Dicky juga tercatat sebagai tersangka dalam Berita Acara Penyidikan (BAP) di Mabes Polri. Namun nampaknya JPU Ansyori SH tidak serius dalam hal melakukan pemanggilan saksi Dicky Purnawibawa, patut diduga JPU Ansyori SH secara sengaja tidak melakukan pemanggilan Saksi Dicky lagi, kasus ini berulang sama seperti saat penyerahan tahap dua tersangka Dicky Purnawibawa dari penyidik Bareskrim Polri ke JPU pada tanggal 24 November 2016 dan telah terang benderang bahwa sampai saat ini telah hampir 6 (enam) bulan lamanya, namun proses penyerahan tahap dua Dicky Purnawibawa sebagai tersangka tidak pernah dilakukan sama sekali.

Upaya-upaya kriminalisasi terhadap diri terdakwa sebagai Ketum Apkomindo memang sengaja dilakukan oleh para pihak pelapor, terbukti sampai dengan saat ini tidak ada seorang saksipun yang dapat membuktikan keterlibatan terdakwaa dalam Pameran Mega Bazaar di JEC, Yogyakarta, Bahkan selain saksi Kunci Dicky Purnawibawa belum pernah dihadirkan, masih ada saksi kunci lainnya yaitu Saksi Donny Farista Gunawan selaku pimpinan PT Dyandra Promosindo cabang Yogyakarta, padahal saksi Donny Farista Gunawan adalah pihak penyelenggara pameran Mega Bazaar dan keduanya berdomisili di Yogyakarta.

JPU Ansyori SH juga belum pernah menghadirkan Saksi kunci Entin Kartini yang memang secara khusus menghadiri penyelenggara pameran Mega Bazaar milik PT Dyandra Promosindo pada tanggal 05 sampai dengan 09 Maret 2016 di JEC Yogyakarta dan JPU belum pernah menghadirkan Saksi Iwan Idris yang tercatat didalam dakwaan JPU sebagai Pendiri Apkomindo yang entah diperoleh dari mana faktanya oleh JPU Ansyori SH, sebab di dalam akta pendirian Apkomindo tidak ada tertuliskan nama Iwan Idris sebagai pendiri Apkomindo, hal yang mengherankan mereka berdua dari Jakarta telah hadir di PN Bantul pada tanggal 13 April 2017 saat persidangan Saksi Sonny Franslay, namun tidak dihadirkan oleh JPU dipersidangan untuk dijadikan saksi.

Nampaknya JPU Ansyori SH sejak awal tidak serius dan tidak cermat sama sekali bahkan lalai dalam menjalankan tugas selaku penegak hukum, hal tersebut dapat dibuktikan saat terdakwa Soegiharto Santoso memperlihatkan foto-foto dokumentasi proses penahanan terdakwa pada tanggal 24 November 2016 selama 43 (empat puluh tiga) hari di Rutan Bantul, dimana pada saat itu JPU Ansyori SH sama sekali tidak mengijinkan terdakwa menghubungi penasehat hukum (PH) dan dipersilahkan menghubungi PH saat telah berada didalam mobil tahanan dalam perjalanan dari Kejaksaan Negeri Bantul menuju Rutan Bantul, selain dari itu JPU Ansyori SH .(Ria).