Kapolres Tangsel : Kasus Pencabulan Anak, Sebagai Orang tua Harus Komunikatif Dan Mawas Diri

 

Busur News Com,Tangerang–  Kasus pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan oleh pelaku berinisial K.M (59) tahun, memakan korban sebanyak 13 anak perempuan dibawah umur, setelah Polisi berhasil menangkap pelaku. Sejauh yang ungkap Kapolres Tangerang Selatan, pelaku berprofesi sebagai Satpam.

Pelaku pencabulan yang tinggal di Kelurahan Pakulonan Barat, kecamatan kelapa II Kabupaten Tangerang ini, dijerat dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara, sebagaimana tertera dalam Pasal 81 dan 82 UU No 35 Tahun 2014.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku tak segan mengajak target yang akan dicabuli, untuk nonton film-film horor di rumahnya. Dengan motif yang dilakukan oleh tersangka, sebanyak 13 anak dibawah umur berhasil menjadi korban pencabulan.

Berdasarkan penuturan Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fadli Widianto, Kamis (04/05) dalam Konferensi Persnya menjelaskan, anak anak yang akan dijadikan target korban pencabulan diajak nonton film yang horor sehingga mereka (anak dibawah umur) ketakutan.

“Motifnya setiap sore hari anak anak ini selalu diajak kerumah, kemudian ditontonkan film, pelaku sudah menyiapkan film-film yang horor, sehingga pada saat mereka ketakutan, anaknya itu dia peluk, dengan alasan untuk melindungi, karena ada hantu ada dalam film itu” ujar, Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fadli kepada wartawan.

Melihat kejadian tersebut, Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fadli Widianto merasa prihatin, dengan masih adanya predator-predator anak, yang tugasnya seharusnya melindungi masa depan anak, ini malah sebaliknya.

“Kita harus merasa prihatin dengan kejadian ini, bahwa masih ada predator terhadap anak, tugas mereka seharusnya melindungi anak, tapi ini malah menghacurkan, dan melampiaskan, hawa nafsunya kepada anak anak kecil” ujar, AKBP Fadli Widianto.

Sepanjang tahun 2016, Kapolres Tangerang Selatan telah menangani belasan kasus pencabulan pada anak, sementara pada tahun 2017, baru ada satu kasus pencabulan anak dibawah umur, yang terjadi.

“Korban ada 13 orang, dan dari13 korban tersebut, ada 6 orang korban yang baru bisa kita mintai keterangan, 5 orang masih utuh reproduksinya, dan 1 orang sudah rusak alat reproduksinya” demikian disampaikan Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fadli.

Melihat persoalan tersebut, Kapolres Tangerang Selatan, menghimbau kepada semua orang tua, agar anak-anaknya diberikan penjelasan untuk tidak percaya kepada siapa pun, dan orang tua juga harus lebih komunikatif kepada anak.

Berikut himbauan Kapolres Tangerang Selatan, dalam merespon kasus pencabulan anak dibawah umur.

“Lindungi anak anak kita, beri penjelasan anak anak kita, untuk tidak percaya kepada siapa pun, kemudian agar orang tua lebih mawas diri kepada anaknya, lihat perubahannya apa saja kegiatannya, dan hari ini main kemana dan sama siapa, apa yang dilakukan pada anak kita, jadi lebih komunikatif orang tua kepada anak”.

Selain itu Kapolres Juga meminta kepada semua rekan-rekan wartawan untuk tidak mendalami kasus pencabulan ini kepada anak-anak yang menjadi korban perncabulan, berikut himbauannya.

“Untuk para wartawan untuk tidak nguber kepada anaknya atau mewawancari anaknya dan datang ke rumah korban. Saya wanti wanti kepada teman teman wartawan .

“Jangan diwawancarai untuk datang ke rumahnya di wawancari, itu saya himbau kepada teman teman wartawan. Memang itu menarik, Jikalau itu terjadi pada anak anak wartawan sendiri, apakah mau anaknya di wawancarai.

Saya tekankan disini, cukup disini pemberitaan, cukup penderitaan kepada anak, cukup eksploitasi tersangka saja. Jangan dijadikan objek berita, baik keluarganya, maupun anaknya.

(Riena)