Kapolres Paniai Sudah maksimal Menjaga Pilkada Intan Jaya

Kapolres Paniai Sudah Maksimal Menjaga Pilkada Intan Jaya

Busur news com,Jakarta

Enarotali, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Paniai, Papua AKBP. Leonardus Nabu menjelaskan, pihaknya sebagai aparat keamanan di wilayah hukumnya telah bekerja keras semaksimal sejak dimulainya tahapan awal hingga akhir dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Intan Jaya, tegas Kapolres Paniai, AKBP Leonardus Nabu kepada awak media, Sabtu, (18/03).

Hal itu dikatakan Nabu lantaran dituduh bahwa TNI dan Polri yang mengamankan Pilkada Intan Jaya memihak kepada Pasangan Calon (Paslon) tertentu. Sehingga, kata Nabu, tugasnya sebagai aparat keamanan melihat dari aspek keamanan semua pihak, entah penyelenggara maupun masyarakat luas, ujar Nabu.

“Perlu kami jelaskan, kami sudah berusaha dan bekerja keras secara maksimal dengan tidak memihak kepada siapa-siapa, kami tidak punya kepentingan apapun. Kami telah mengawal proses pelaksanaan Pilkada itu dari awal hingga akhir. Nah, saat pleno di tingkat kabupaten itu timbul masalah (konflik).
Sehingga saat timbul masalah itu bukan karena kami melakukan pembiaraan,” jelasnya.

Terjadinya konflik, jelas Nabu, lantaran kelemahan penyelenggara yg ttidak tegas dan konsisten dengan kesepakatan sebelumnya.

“Terjadi konflik karena memang KPU sendiri tidak konsekuen dengan apa yang disampaikan kepada masyarakat dan terkesan mengulur-ulur waktu,” katanya.

“Karena kesan itulah masyarakat menganggap bahwa ada tujuan tertentu atas pengunduran pleno itu, bahkan mencoba untuk memindahkan pelaksanaan pleno ke luar Intan Jaya. Makanya terjadi konflik. Di sini sudah jelas kan,” imbuh Kapolres Paniai.

“Intinya tugas kami sebagai aparat keamanan melihat dari aspek keamanan dari semua pihak entah keamanan penyelenggara dan keamanan masyarakat itu sendiri. Kamipun tidak mau diaduh dengan masyarakat, karena kepentingan tertentu,” ungkapnya.

Menurut Nabu, Sehingga ia mempertanyakan, seadainya perlu ada pembuktian secara jelas seperti apa yang disampaikan kuasa hukum KPU di Mahkamah Konstitusi (MK) itu. “Kami memihak. Kami mau bukti seperti apa yang disampaikan kuasa hukum KPU Intan Jaya di ruang Mahkamah Konstitusi itu,” tandasnya.

Ia mengaku, setiap kesempatan dirinya selalu menyampaikan dan mengingatkan kepda penyelenggara ; Panwas dan KPU bahwa jalankan tugas sesuai Tupoksi, sesuai koridor dan pihaknya siap mengamankannya. “Apapun keputusan yang diambil siap amankan, kami tidak mungkin mengintervensi atau masuk yg bukan ranahnya kami. Kami tidak pernah memaksakan pleno, kami hanya menyampaikan kepada KPUD tentang situasi dan kondisi keamanan dan potensi konflik yg bakal terjadi, jika pleno diulur-ulur. Sebenarnya begitu, tidak ada memihak, sama sekali tidak ada, apalagi memaksakan pleno” terangnya.

“Kami melihat dan mengamankan semuanya. Kami juga tidak mau masyarakat jadi korban. Termasuk penyelenggara juga kami tidak mau korban. Dan pihak penyelenggara tidak ada yang korban,” ujar Kapolres Paniai AKBP Leonardus Nabu(dede).