Kategori
Artikel

Kantongi Data Bangunan Rumah, dan Sumur Tua Kelurahan Batangmata, Disasar Tim Jejak Petualang Selayar

 

Oleh : Andi Fadly Dg. Biritta

Tercatat sebagai salah satu wilayah yang cukup banyak menyisakan puing-puing sejarah, Kelurahan Batangmata, Kecamatan Bontomate’ne, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan disasar Komunitas Jejak Petualang Selayar (JPS).

Mengantongi sejumlah petunjuk serta catatan lokasi bangunan tua dan bersejarah yang tersebar di sejumlah titik lokasi di wilayah Kelurahan Batangmata, Komunitas Jejak Petualang Selayar (JPS) mulai bergerak menelusuri titik-titik lokasi dimaksud.

Usai berkoordinasi dan meminta izin kepada aparat pemerintah kelurahan dan kecamatan, perjalanan penelusuran dimulai dengan menyambangi bangunan rumah kediaman Andi Lawing. di lokasi pertama, komunitas jejak petualang Selayar (JPS) berhasil mengabadikan foto bangunan rumah bersama dua panci tanah yang diletakkan di depan anak tangga.

di lokasi yang sama, turut dijumpai berbagai jenis barang peninggalan seperti ranjang besi, benda-benda kuningan, dan keramik yang terdiri dari berbagai motif, bentuk, serta corak. Dari rumah kediaman Andi Lawing, kegiatan penelusuran dilanjutkan ke lokasi situs bangunan sumur tua di belakang kantor Camat Bontomate’ne dengan

Sebuah bangunan sumur tua, yang sejak puluhan tahun silam dianggap keramat dan angker oleh warga setempat. Sekretaris Camat Bontomate’ne, H. Ruslan M. SE, mengutarakan, “sejak digali, dan dibangun, sumur tersebut, sama sekali tak pernah dipergunakan”.

Jangankan mengambil air, mendekat, dan menghampiri area sumur saja, tidak satupun warga yang berani. Warga Kelurahan Batangmata, dan Dusun Kalaroi, Desa Tamalanrea, justeru lebih memilih untuk mengambil air dari buhung beru yang berlokasi di depan kantor PDAM Bontomate’ne, ketimbang harus mendekat ke area sumur tua.

Merasa tertantang mendengar penuturan, H. Ruslan, tim komunitas jejak petualang Selayar, langsung bergerak melakukan penelusuran, ke lokasi sumur tua, berkesan angker dan menakutkan yang mulai ditumbuhi dan dijalari oleh akar pohon gayam.

Usai melakukan pengambilan gambar, penelusuran dilanjutkan ke lokasi buhung beru, atau sumur baru di depan kantor PDAM Bontomate’ne. di lokasi ini, tim JPS berhasil mengabadikan dua buah sumur yang salah satu diantaranya mulai ditumbuhi oleh tanaman dan rerumputan liar, lengkap bersama bangunan kamar mandi dua pintu tak beratap.

Tidak puas dengan hasil penelusuran tersebut, perjalanan berlanjut ke area sumur tua berikutnya, yang berlokasi di lingkungan Bonto-Bonto, Kelurahan Batangmata dan Desa Maharaya. di lingkungan Bonto-Bonto, tim JPS, kembali mengabadikan foto bangunan sumur tua, serta kamar mandi dua pintu tanpa atap yang sudah dalam keadaan terbengkalai dan tidak lagi terawat.

Selain itu, tim JPS juga ikut mengabadikan sebuah bangunan rumah panggung tua, tak bertuan yang masih menyisakan ranjang besi tempo doeloe. Perjalanan penelusuran jejak, bangunan tua bersejarah, di Kelurahan Batangmata, berakhir, di lokasi bangunan ex. perumahan guru, di samping kantor Camat Bontomate’ne.

Dalam perjalanan penelusuran tersebut, tim Jejak Petualang Selayar, kembali mendokumentasikan sebuah bangunan sumur tua dan sejumlah barang-barang peninggalan, sejenis : piring seng, kalung sapi berbahan bambu, dan kulit kerang, yang dalam dialek Bahasa Selayar, acap kali, diistilahkan dengan sebutan Tambolongan.

Tak berhenti sampai di situ, tim jejak petualang Selayar, terus bergerak, menyisir area permukiman warga dan sudut-sudut perkampungan untuk menelusuri lokasi-lokasi bangunan tua lain di Kelurahan Batangmata sembari mengendus akan kemungkinan masih adanya sisa-sisa barang peninggalan bersejarah yang bisa diabadikan.

Kegiatan penelusuran lanjutan yang dilakukan tim jejak petualang Selayar, di sepanjang pesisir pantai sebelah barat, Kelurahan Batangmata, tak sia-sia. Terbukti, dua buah kendi atau guci tanah, berhasil ditemukan, dan didokumentasikan dari sebuah kolong bale-bale bambu, tak jauh dari bibir pantai.

Total, tujuh buah sumur tua, berikut delapan unit bangunan rumah tua, dan dua buah guci menjadi obyek penelusuran, tim jejak petualang Selayar, selama kurang lebih sepekan di wilayah administratif Kelurahan Batangmata.