Kategori
opini publik

Kalahnya Ahok Bukan Karena Faktor Agama

 

Oleh :Kris Budihardjo (Ketum RKIH        pusat).

Busur News COM ,Jakarta –  Berbagai analisa menyampaikan bahwa faktor agama menyebabkan kekalahan Ahok dan kekalahan kaum nasionalis .Kekalahan Ahok dan atau kemenangan Anis ini seolah dianggap kekalahan Jokowi dan kemenangan Prabowo itu juga tidak benar. Anies bukanlah tokoh yang mewakili agama Islam tetapi Anis dan Sandi dicalonkan Gerindra dan PKS yang didukung oleh sebagian besar umat Islam .

Demikian pula ada analisa yang mengatakan bahwa financial Ahok tidak sebagus finansial Anis juga tidak benar PDI Perjuangan telah menunjukkan soliditas nya yang tinggi sehingga Ahok mampu mendapatkan 42-43 % suara seandainya PDI Perjuangan tidak bergotong-royong dalam menghimpun Dana kampanye maka hasil yang didapat Ahok mungkin tidak akan lolos di putaran pertama.

Kegagalan Ahok atau kelemahan Ahok Bukan karena faktor agama bukan karena faktor Istana bukan karena faktor PDI Perjuangan semua warga Jakarta menyadari bahwa kepemimpinan Ahok jauh dibandingkan kepemimpinan Pak Jokowi .

Apa yang dikerjakan apa yang disampaikan Ahok bagaikan Bumi dan langit contoh APBD yang seharusnya 108 T di th 2017 baru mencapai 70 triliun akhir masa jabatan Pak Jokowi 2014 APBD DKI mampu 69 triliun di tahun 2017 apbd Dki 72 triliun ini contoh artinya kinerja Ahok buruk tidak berbasis pada RPJMD belum lagi adanya kebijakan pelarangan tempat tempat usaha bagi kaum cilik bagi wong cilik .

Jalan Raya bukan saja bebas dari kaki lima tetapi ruko2 pun dilarang sebagai tempat usaha ptsp dilarang mengeluarkan izin domisili karena itu untuk perumahan walaupun selama berpuluh-puluh tahun jalan-jalan itu telah digunakan untuk usaha bahkan ada yang buka 24 jam.

Ditinjau dari faktor kinerja pak Ahok sebenarnya sangat buruk dan dis management dalam maslah kinerja ahok sebenarnya sudah kalah . Kemenangan Pak Anies bukan karena kinerja pak Anis bagus atau pak Anis lebih hebat dari pada pak Ahok tetapi siapa pun yang akan melawan Ahok di putaran kedua pasti menang. Seandainya Pak Ahok tidak didukung PDI Perjuangan kemungkinan besar Ahok tidak akan ikut dalam putaran kedua dan akan Lengser di putaran pertama itulah mengapa walaupun seolah-olah didukung oleh satu juta KTP Ahok tidak berani untuk tampil secara independen tetapi justru menunggu pinangan partai seandainya Ahok yakin menang tentu tidak akan menggunakan jalur partai tetap jalur independen.

Janganlah kliru membuat pandangan bahwa seolah-olah ada masalah antara gerakan islam radikal dan atau
gerakan Islam lawan dengan kaum nasionalis pada pilkada Dki tidak sama sekali tidak ! dimana-mana kalau tokohnya bagus pasti terpilih di Morotai tokoh Tionghoa yang Nasrani dipilih oleh orang islam di Tual tionghoa nasrani dipilih umat Islam Jadi Pilkada DKI jangan dikaitkan dengan masalah agama masalah kanan dan masalah Tengah kaum nasionalis dan dan kaum Islamis yang  tidak ada sama sekali hubungannya dan terlalu jauh berpandangan seperti itu .hanya saja kebetulan Ahok melawan Anis dan Ahok ada masalah dan atau setidaknya dianggap bermasalah. dianggap menodai daripada umat Islam dan kemudian menjadi kasus hukum tapi tidak berlaku di daerah lain .

Seandainya ada lawan kaum nasionalis yang dimunculkan PDIPerjuangan Jarot misalnya kemungkinan besar akan menang. Pilkada DKI memilih figur bukan memilih aliran politik

Keterpilihan Anis karena bentuk kekecewaan terhadap Ahok dan atau kepemimpinan Ahok .demikian pula kemenangan Pak Jokowi Karena kekecewaan terhadap kepemimpinan Pak Foke tidak lebih dari itu .berbagai survei kadang-kadang dianggap menyenangkan semua bila kepuasan publik terhadap layanan DKI yang demikian tinggi belum tentu mewakili kepuasan yang sesungguhnya kelas menengah yang punya usaha menengah dan kecil yang merasa terdzolimi mengalahkan lingkungannya dengan nama gerakan asal bukan Ahok baik dalam putaran pertama putaran kedua bahkan sebelum Pilkada dimulai

Anggapan bahwa peran Pak Jokowi kalah dengan prabowo juga tidak benar karena Ahok memang tidak mungkin memenangkan 50% puls 1. sejak awal saya sampaikan kekuatan Pak Ahok dan PDIP Perjuangan nya tidak akan pernah lebih dari 44% atau 40% tidak lebih dari itu.

(Riena).