JAKSA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar rekaman video saat Miryam S. Haryani

 

Oleh: Dhedi Rochaedi Razak

BusurNews.com,Jakarta — JAKSA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar rekaman video saat Miryam S. Haryani diperiksa.
Dalam video,
*TERUNGKAP Miryam sempat menanyakan soal independensi KPK dan membeberkan adanya intimidasi dari sejumlah anggota Komisi III DPR*.

Rekaman video itu diputar saat dua penyidik KPK,
Ambarita Damanik dan
M. Irwan Susanto dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan perkara memberi keterangan palsu dengan terdakwa Miryam di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, (14/8).

Dalam rekaman tersebut, Miryam menanyakan soal independensi KPK.

 

“Boleh enggak tanya (tertawa), KPK independen enggak sih?

Setiap anggota DPR punya ‘masalah’ selalu dipanggil Komisi III,”
kata Miryam dalam video tersebut.

 

Ia menanyakan kepada dua orang penyidik yang saat itu memeriksanya.
Salah satu penyidik itu Novel Baswedan.

 

Miryam juga mengaku pernah diberitahu oleh seorang anggota Komisi III, ada tujuh orang dari unsur penyidik dan pegawai KPK yang menemui anggota Komisi III.
Salah satunya, diduga pimpinan setingkat DIREKTUR di KPK.

 

Novel kemudian menanyakan siapa pejabat KPK yang dimaksud oleh Miryam itu.
Kader Partai Hanura itu mengaku tak mengenal sosok tersebut, namun, ia kemudian menunjukan secarik kertas kepada Novel.

 

Setelah membaca isi catatan tersebut, Novel baru mengetahui jika pejabat yang dimaksud yakni seorang direktur di bidang penyidikan KPK.

 

Kepada Novel,
MIRYAM MENGAKU DIMINTA MENYERAHKAN UANG RP2 MILIAR AGAR DAPAT DIAMANKAN.

 

Masih dalam rekaman itu,
*Miryam mengaku ditemui koleganya di Komisi III DPR, antara lain*;
Desmond J. Mahesa,
Aziz Syamsuddin,
Syarifudin Sudding,
Bambang Soesatyo,
Hasrul Azwar, dan
Masinton Pasaribu.

 

Saat itu, ia mengaku mereka mengingatkan dan mengajari Miryam soal kondisi ruangan pemeriksaan KPK.
Ia juga diminta untuk tidak mengaku bersalah.

“Pas itu nanti ditanya bolak-balik, balik lagi tuh.
Itu tuh apa yang ditanya jangan ngaku salah, jangan ngaku,”
lanjut Miryam dalam rekaman video.

 

Mendengar pernyataan Miryam, Novel lalu mengatakan agar Miryam tak perlu takut jika diancam atau diintimidasi.
Miryam diminta melapor kepada KPK jika ada intimidasi.

Di komisi III ada “JERUK MAKAN JERUK NIH” conspiracy theories dengan direktur penyidikan KPK.

(Rn)