Kategori
opini publik

Isu SARA Muncul Berita Hoax pun Bertebaran

 

Oleh: Dr. Dhedi Rochaedi Razak, S.HI, M.Si

 

Busur News Com,Jakarta- Isu SARA muncul, berita hoax pun bertebaran bahkan tak jarang terjadi saling caci maki antartimses di dunia nyata maupun dunia maya.

Inilah wajah politik keseharian kita.
Politik yang dimengerti sebagai politik.
Politik sebagai wahana saling rebut kekuasaan.
Sudah saatnya kita melampaui petuah lawas Harold Lasswell’s tentang politik yang mengajarkan

‘Who gets what, when, and how’. –
Politik berlangsung di dalam demokrasi yang serba menguras ongkos.

Siapa pun pemimpin terpilih rentan tersangkut korupsi sebab mungkin saja mereka terikat konsensi dengan pelbagai donatur.
Apa boleh buat.
Kita telah memilih demokrasi, karena sejauh ini paling mungkin diterapkan.
Setidaknya diskursus publik terawat, rakyat punya kesempatan berpartisipasi, bisa ikut mengawal kebijakan pemerintah.
Meskipun sering kali kritik tak didengar.
Di sini kesetaraan, kebebasan, dan hak asasi manusia menemui tempatnya.
Kurva lonceng dalam proses kampanye, semua kandidat calon gubernur dan wakil gubernur DKI seolah menunjukkan pertentangan sengit.
Namun, boleh jadi begitu konsensus bekerja antagonisme redup.
Sebagai sistem resmi yang disepakati, kita memang mesti maklum bahwa demokrasi tak sanggup memfasilitasi perubahan signifikan.
Upaya perubahan tak semudah membalikkan telapak tangan.
Pada dasarnya, status quo bertahan melalui pemungutan suara.

Dalam demokrasi yang mengandaikan suara terbanyak mudah ditemukan kompromi di sana-sini.
Selalu terbuka celah beragam kepentingan bertemu saling bernegosiasi, maka perubahan mungkin saja terwujud, tetapi tampak sangat lambat.
Selain itu, ternyata memang banyak orang kurang siap mengalami perubahan drastis.
Kampanye Anies-Sandi yang antireklamasi berpotensi terperangkap pada kurva lonceng itu.
*Sehingga perubahan yang ia lakukan tidak lebih keras ketimbang suara teriakan protes penolakannya*. –

 

(Riena)