Istri Seorang Ulama Berwasiat Pesan,Sebelum Meninggal

 

BusurNews .Com,MALANG RAYA –
Keagungan kharismah kitab suci AL Qur’an ,tercermin pada sikap dan ucapan pada hamba Alloh yang takwa. Salah satunya adalah almarhumah istri seorang Ulama ,sosok seorang ibu, Siti Khumaiyah yang sangat mencintai suami dan anaknya. Cermin keluarga pondok dari istri Abah Basuki di desa Kasri , Kecamatan Bululawang ,Kabupaten Malang .

Saat awak media berkunjung ke rumah almarhumah ,dalam rangka memperingati 40 hari meninggalnya almarhumah Siti Khumaiyah. Tampak Para Ki Yai dari berbagai pondok pesantren di Malang Raya hadir , begitu juga antusias ratusan masyarakat dari desa setempat maupun warga dari luar daerah desa Kasri yang turut hadir untuk mengikuti acara tahlilan sekaligus mendoakan Almarhumah,
(27/sep/2017 ) Kamis malam.

Suami Almarhumah yang juga seorang Tokoh Ulama berpengaruh, Abah Basuki kepada hadirin usai pelaksanaan tahlil menceritakan tentang wasiat almarhum istrinya dalam bentuk pesan singkat yang selalu disampaikan kepada keluarganya terus menerus sebelum meninggal.

“ Semasa hidupnya,Almarhum istri saya senantiasa berwasiat dalam bentuk pesan yang disampaikan pada anak dan suami. “ ujar Abah Basuki.

“ ‘Kita sebagai orang Islam harus selalu sabar ,tawadhuk ,tawakkal ,dan hidup kita harus selalu bermafaat bagi orang lain , serta kita harus selalu shodaqoh. Itu yang penting, karena bekal ibadah tersebutlah yang akan membantu menyelamatkan kita diakherat kelak ‘ Itulah wasiat pesan dari istri saya.” Ungkap Abah Basuki malam itu.

Almarhumah Siti Khumaiyah di makamkan di area pemakaman keluarga, bersanding dengan almarhum Kiyai Dahlan, pendiri PPAI Badrul Huda, yang termasuk sesepuh masyarakat Desa Kasri

“ Terimakasih kepada seluruh hadirin yang turut dengan ihklas mendoakan Alharhumah pada malam hari ini , semoga di berikan kesehatan dan rizki yang melimpah ,kita hidup di bumi ini hanya sementara, yang abadi adalah di ahirat , hikmah dari pelajaran hari ini , kita harus mempersiapkan maupun meningkatkan amal ibadah kita yang seluas luasnya .Karena umur kita hanya Allah yang tau , meninggal masih usia muda atau pun tua sama saja. Contohnya banyak, bahwa yang usia muda pun banyak yang meninggal duluan. Jadi mari kita berusaha menjadikan diri kita bermanfaat bagi orang lain …. “ tutur salah satu tokoh Ulama dari desa Kasri tersebut. ( Lih )