Kategori
Koperasi & UKM

Endang Rudiatin : Ismea Menjadi Wadah Bernaungnya Usaha Kecil Menengah

 

 

BUSUR News Com,Jakarta –Pelaku usaha di Indonesia terutama Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sudah teruji dalam masa-masa sulit perekonomian sewaktu krisis moneter. Sebagian besar pelaku usaha UKM masih bertahan walaupun modal kurang, tetapi dengan semangat juang yang tinggi mereka tetap menjalankan usahanya.

Ismea Galeri Tenant  fashion di Carrefour Mt Haryono,

Salahsatu asosiasi yang menaungi pelaku UKM di Indonesia yakni ISMEA (Indonesia Small Medium Enterprises Association), menjadi wadah bernaungnya pelaku-pelaku usaha kecil dan menengah dalam melakukan kegiatan usahanya, terutama yang berorientasi go internasional.
ISMEA berdiri dengan Akta Notaris  Dewi Tenty Septi Artianty, SH,MH,Mkn pada tanggal 15 Juni 2016.

Cafe Ismea di Carrefour MT.Haryono

Menurut Ketua Umum ISMEA Dr. Endang Rudiatin, M.Si., ISMEA berawal dari bertemunya para pelaku UKM di Gedung Smesco pada acara Forum Discussion Group (FGD) sebagai bagian rencana Smesco membangun Trading House di Jakarta. Perbincangan bersamanya silahkan di salah satu Super Market besar di kawasan MT. Haryono Jakarta, belum lama ini.

Endang melanjutkan, “dari 5 pelaku UKM, anggota semakin banyak hingga 212 UKM dan sepakat untuk mendirikan sebuah koperasi dengan bimbingan serta arahan dari Direktur Pemasaran Smesco Bagus Rachman. Koperasi sudah berusia 2 tahun, dan proses legalitas. Para anggota berusaha diberbagai bidang usaha (multi produk), seperti kuliner, frozen food dan kemasan, handy Craft dan fashion. Heterogenitas ini merupakan tantangan bagi pengurus walaupun ada yang beranggapan bahwa ISMEA cepat sekali berkembang,”lanjut wanita berkaca mata ini.

Adanya pelatihan-pelatihan, Endang menambahkan serta pameran-pameran dan fashion show, para anggota sangat terbantu, namun demikian di antara tawaran tawaran tersebut, ada juga yang cenderung mengekploitir UKM. Dengan menawarkan sertifikat-sertifikat pelatihan-pelatihan, yang berbayar mahal, padahal ISMEA mengharapkan adanya pemberian serifikat gratis ataupun murah yang diperluka UKM. Jangan menawarkan uji seritifikat yang belum tentu ada gunanya,”tambahnya.

“UKM diharapkan untuk bekerjasama dalam bernagai kegiatan usaha untuk bisa maju bersama. Saat ini era semangat membangun mini market dan menggiatkan jaringan retail produk dalam negeri. Kita sambut era ini dan mari proaktif dengan tetap hati- hati. UKM sering menjadi sasaran eksploitasi secara terselubung, sebab UKM jumlahnya banyak, sangat responsif terhadap “bantuan-bantuan” yang sepertinya helpfull, tetapi di akhirnya berbayar, dan sudah beberapa kali teman-teman UKM ISMEA mengalami seperti itu,”jelas Ketum.

Kemudian, ia menyarankan, jangan pernah memberikan “cek kosong”, yang akhirnya UKM menjadi terbelenggu. Penggalangan dan pemungutan dana yang tidak sesuai dengan Tata aturan akan berhadapan dengan OJK. Dan bila melibatkan dana anggaran negara akan mengundang BPK yang bisa mengarah ke KPK bila tidak hati hati,”saran Ketum.

Saatnya UKM lebih kritis, kita harus pelajari terlebih dahulu semua tawaran yang datang, jangan ikut- ikutan, kemudian konsultasikan dengan asosiasi/perkumpulan UKM yang legal, ya seperti ISMEA ini,”tambahnya.

Pada prinsipnya asosiasi membantu anggotanya menangkap dan menjemput peluang. Asosiasi juga akan menjadi baik, bila anggotanya lebih baik dan mau. Asosiasi dan anggota memiliki hubungan saling menguntungkan. Anggota UKM harus memiliki mindset bahwa mereka harus mandiri. Kemandirian yang dicapai akibat saling bantu, saling kerjasama dan saling peduli di dalam wadah ISMEA.

Ketum ISMEA juga berpesan kepada Pemerintah agar selektif untuk memilih UKM dalam penunjukan pelatihan maupun pameran dalam dan luar negeri. Bagi yang sudah mendapatkan kesempatan, beegantian dengan yang belum mendapatkan. Demikian juga halnya peluang usaha yang lain dari pemerintah, agar semua anggota merasakan fasilitas

Hubungan harmonis antara ISMEA dengan pemerintah terus terjalin baik, misalnya menjalin kerjasama dengan Deputy SDM Kemenkop, memberikan pelatihan-pelatihan bagi para anggota ISMEA. Bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian untuk mendapatkan sertifikasi halal dst.

Mulai bulan Maret ini ISMEA di area Carefour menempati ruang bisnisnya dengan produk produk handy craft, fashion dan kuliner. Sistem keejasama yang dibangun ISMEA dan Carefour, win-win solution. Sisi baiknya ISMEA mendapatkan ruang bisnis di tempat umum, agar konsumen mengetahui produk produk ISMEA.

Produk-produk yang ditawarkan ISMEA di Carefour merupakan produk yang multi produk, dengan 2 outlet untuk makanan dan minuman serta handycraft, dan fashion. Sebanyak 13 anggota UKM ISMEA menempati tempat yang disediakan pihak Carefour MT. Haryono Jakara Selatan, sedangkan 12 UKM di Harapan Indah Bekasi.

Produk handycraft seperti tas, sepatu, asesoris, home dekor, sementara itu untuk fashion misalnya jaket kulit, baju-baju muslim, jilbab, kerudung, baju untuk kerja. Kemudian kuliner seperti siomay, pempek, makanan cake dan roti, kue bolu, brownies.

ISMEA aktif mendorong anggota-anggota koperasinya untuk memasarkan produknya dengan berpedoman kepada hubungan harmonis dan kerjasama sesama anggota, kebersamaan, kepercayaan, dan kepedulian untuk sharing berbagai fasilitas serta membayar iuran anggota, agar ISMEA menjadi asosiasi lebih baik lagi kedepannya. Semoga. (Riena).