Kategori
Koperasi & UKM

Pelaku UKM Didorong Ismea Go Internasional

ISMEA Mendorong Pelaku UKM Wujudkan Mimpi Go Internasional

BUSUR News Com,Jakarta –Banyaknya pelaku usaha di Indonesia terutama Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang sudah teruji dalam masa-masa sulit perekonomian sewaktu ditengah krisis moneter, banyak pelaku usaha UKM masih bertahan. Dan dengan modal yang kurang, tetapi semangat juang mereka yang menjadikan mereka masih melakukan usahanya..

20170302_202343

satu badan atau Asosiasi yang menaungi pelaku UKM yakni ISMEA (Indonesia Small Medium Enterprises Assosiation) sebuah wadah tempat bernaungnya pelaku-pelaku usaha kecil dan menengah dalam berusaha dan mereka berorientasi menggapai mimpi menjadi go Internasional. ISMEA berdiri berdasarkan Akta Notaris  Dewi Tenty Septi Artianty, SH,MH,Mkn pada tanggal 15 Juni 2016.

Menurut Ketua Umum ISMEA Dr. Endang Rudiatin, Msc mengatakan, sejak berdirinya ISMEA semula adanya bertemunya para pelaku usaha UKM yang berjumlah 5 orang di Gedung Smesco dari acara Forum Discussion Group (FGD) yang akan membangun Trading House di Smesco, Jakarta,”kata Ketum di Salah satu Super Market besar di kawasan MT. Haryono Jakarta, belum lama ini.

beliindonesia2-768x1024

Endang melanjutkan, dari 5 orang tersebut semakin banyak dan sepakat untuk mendirikan sebuah koperasi dan berkat bimbingan serta arahan dari Direktur Pemasaran Smesco Bagus Rachman, maka terbentuklah koperasi, dan anggota UKM sudah mencapai 215 orang yang berusaha diberbagai bidang usaha multi produk, seperti kuliner, Handy Craft, fashion, fresh n Food yang sempat heterogen dan merupakan tantangan bagi pengurus dan ada anggapan ISMEA cepat sekali berkembang,”lanjut wanita berkaca mata ini.

Dengan adanya pelatihan-pelatihan, Endang menambahkan serta pameran-pameran dan fashion show kemudian adanya tawaran yang mengekploitir UKM dengan menawarkan sertifikat-sertifikat pelatihan-pelatihan, sehingga mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, padahal ISMEA mengharapkan adanya pemberian serifikat gratis serta pelatihan-pelatihan secara Cuma-Cuma, dan jangan ada pemikiran seritifikat yang belum tentu ada gunanya,”tambahnya.

beliindonesia5-678x381

“UKM diharapkan untuk bersama-sma dalam menjalankan kegiatan usaha-usaha dan diharapkan akan maju bersama, saat ini era semangat membangun mini market dan menggiatkan jaringan retail produk dalam negeri. Kita sambut era ini dan mari proaktif dengan tetap hati- hati. UKM sering menjadi sasaran eksploitasi secara terselubung. Sebab UKM jumlahnya banyak, sangat responsif terhadap “bantuan-bantuan” yang sepertinya helpfull, tetapi di akhirnya berbayar, dan sudah beberapa kali teman-teman UKM ISMEA mengalami seperti itu,”jelas Ketum.

Kemudian, ia menyarankan, jangan pernah memberikan “cek kosong”, yang akhirnya UKM menjadi terbelenggu. Penggalangan dan pemungutan dana yang tidak sesuai dengan Tata aturan akan berhadapan dengan OJK. Dan bila melibatkan dana anggaran negara akan mengundang BPK yang bisa mengarah ke KPK bila tidak hati hati,”saran Ketum.

beliindonesia6-768x1024

Saatnya UKM lebih kritis, kita harus pelajari terlebih dahulu semua tawaran yang datang, jangan ikut- ikutan, kemudian konsultasikan dengan asosiasi/perkumpulan UKM yang legal, ya seperti ISMEA Asosiasi kita ini,”tambahnya.

UKM diharapkan untuk bersama-sama dalam menjalankan kegiatan-kegiatan usaha-usaha, dan akan menjadikan pelaku usaha tersebut maju bersama-sama.

Pada prinsipnya kalau ada peluang anggota menangkap peluang tersebut, dan Asosiasi akan menjadi baik,dan saling menguntungkan, dan juga diharapkan anggota UKM bersabar dan mempunyai mindset yang harus diubah serta mandiri dalam kebersamaan didalam wadah ISMEA.

Ketum ISMEA juga berpesan kepada Pemerintah agar selektif untuk memilih UKM dalam penunjukan pelatihan, yang sudah mendapatkan suatu kegiatan pelatihan tadi maupun peluang usaha dari pemerintah agar bergantian, sehingga semua anggota merasakan manfaatnya,”jelasnya.

peragawati

Hubungan harmonis antara ISMEA dengan pemerintah terus terjalin baik, misalnya adanya kerjasama dengan Deputy SDM Kemenkop, kerjasama dengan Kemenaker RI, Kementerian Perindustrian untuk mendapatkan sertifikasi halal dan Kemenkop memberikan pelatihan-pelatihan bagi para anggota ISMEA.

Adanya kerjasama dengan Ritel besar Carefour berupa penempatan booth-booth di lokasi kosong dengan adanya win-win solution antara ISMEA dan Carefour sehingga keuntungan ISMEA dapat menancapkan/ memasang bendera ISMEA ditempat umum, sehingga public akan tahu keberadaan ISMEA.

Adapun produk-produk yang ditawarkan di booth ISMEA yang berada di Carefour merupakan produk yang beraneka ragam atau multi produk, dengan 2 uotlet satu untuk makanan dan minuman, handycraft, dan fashion, dengan sebanyak 22 anggota UKM ISMEA menempati tempat yang disediakan pihak Carefour MT. Haryono Jakara Selatan, sedangkan 12 UKM di Harapan Indah Bekasi.

Sebagai contoh produk handycraft seperti tas, sepatu, asesoris home dekor, sementara itu untuk fashion misalnya jaket kulit, baju-baju muslim, jilbab, kerudung, baju untuk kerja. Kemudian kuliner misalnya siomay, pempek, makanan cake dan roti, kue bolu, brownies.

Semakin kita aktif akan mendorong anggota-anggota koperasi untuk aktif dan berjualan lancar, dan anggota ISMEA harus berpedoman kepada hubungan harmonis dan kerjasama sesama anggota, kebersamaan, kepercayaan, dan kepedulian dan anggota harus mau sharing serta membayar iuran anggota demi rasa kebersamaan sehingga ISMEA akan menjadi asosiasi lebih besar lagi kedepannya. Semoga. (Muhidin).