Kategori
All

Inep Dan BGW bertemu dalam Sarasehan Kebangsaan Untuk Memperingati Hari Pahlawan

 

BusurNews .Com,MALANG RAYA ,- Satu moment penting, Inep dan Bambang GW dalam acara saresehan kebangsaan untuk memperingati hari pahlawan yang diselenggarakan oleh Garda Pancasila dirumah kediaman Peni Suparto Kepanjen Kabupaten Malang,Sabtu (11/11)

Kedua rekan sejawat itu bertemu kembali seperti era masa aktifnya dikepengurusan partai, Ketua dan Skretaris DPC PDI.

Dihadiri kurang lebih 100 orang, terlihat bbrp perwakilan organisasi dari PMII, Perindo, Golkar,komunitas Sedulur Petruk dan beberapa perwakilan lain yang diundang resmi oleh Garda Pancasila yang didirikan Peni Suparto.

Acara tersebut ingin menggugah,bagaimana kaum nasionalis bangkit dan bersatu. Memasuki acara saresehan,diawali oleh Drs Peni Suparto menyampaikan, bahwa pada intinya kapitalisme telah semakin merajalela dengan menumpangi isu tentang globalisasi

” Di Indonesia ternyata kapitalisme ada dalam fase *menaik* sehingga semua sumberdaya alam di negeri ini dikuasai asing dan di posisi ini kapitalisme juga membangun demokrasi liberal ” tutur Peni.

Ditambahkan olehnya, sehingga politik diciptakan high cost agar politisi punya ketergantungan dengan modal, sehingga pembuatan undang-undang aakan dapat dikendalikan untuk menjaga kepentingan kapitalis.

“Berbeda di negara yang posisi kapitalisme *menurun* , mereka akan berubah bentuk menjadi fasisme militeristik seperti yang terjadi di Suriah.” kata mantan Wali Kota dua periode yang akrab disapa Ebes Inep.

Selanjutnya , Imam Prayogo ,mantan rektor UIN menyampaikan, bahwa proses pendidikan kita ini salah arah karena mencontoh bangsa lain,

” Pancasila sudah digagas oleh Bung Karno, agar jadi landasan berbangsa termasuk dunia pendidikan kita yang seharusnya bisa membangun karakter keindonesiaan tanpa menghilangkan jati diri kedaerahan.” ungkap tokoh akademisi itu.

Berikutnya Bambang GW dari komonitas Sedulur Petruk yang hadir dalam sarasehan tersebut menyampaikan terkait persoalan kebangsaan.

“Bahwa problematika kebangsaan saat ini, yang paling mendasar adalah hilangnya jiwa berkebangsaan ,sehingga kita merasa sudah tidak lagi menjadi satu keluarga besar,karena itu ,pudarlah rasa memiliki bangsa ini yang mengakibatkan ter erosinya rasa kebanggaan sebagai jati diri bangsa.” Tutur Bambang GW.

Kepada para undangan ditempat,Bambang GW juga menekankan agar segera dibangunnya sebuah rasa punya keberanian ,memulai untuk bersatu. Dia berpesan agar para nasionalis jangan tersekat hanya karena beda organisasi dan cara bergerak,namun haruslah menyatu dalam ikatan ideologis yang jelas dan tegas. ( galih )