Indonesia Tanpa Ahok

Busur News Com,Jakarta- Sebelum Ahok muncul di jakarta, keadaan indonesia baik baik saja. Kerukunan antar umat terjaga, saling menghormati, tidak saling mengejek dan menghina.

Dulu waktu jaman sekolah, ada juga teman saya yang nonmuslim tapi ga kenapa2 tuh. Kita main spt apa adanya, bahkan kals 5 sd pernah semeja bareng non muslim n etnis cina gak masalah, asyek2 aja.
Wkt smp n sma juga, gak pernah mempermasalahkan soal agama dan etnis,
Ketika kuliah, temen seangktan, senior dan junior ada bbrp yg non muslim. Kami sering belajar bareng dan maksi d kantin bareng. No problem, kami ga pernah sekalipun berdebat masalah agama atw etnis. Kami saling menghormati satu sama lain, tidak pernah saling ejek. Lana a’maluna walakum a’malukum.

Kamipun lulus dan diwisuda bersama sama. Sungguh indah indonesia waktu waktu itu, walau berbeda kami tetap bisa berjalan bersama.

Tapi apa yang terjadi sekarang, setelah muncul ahok?

Ketika berbeda menjadi saling menghina? Di medsos saling mencerca satu sama lain. Yang dulunya saling menghormati jadi saling mencaci. Dulu indonesia terkenal dengan budaya anggah ungguh, sopan santun, tapi setelah ahok muncul?

Ia menyontohkan bahwa mencaci, menghina itu boleh bahkan merupakan wujud ketegasan katanya. Dulu satu sama lain saling menghormati. Tapi ahok dan pendukungnya menyontohkan bahwa hanya mereka yang paling bersih, dan selain golongan mereka itu kotor dan koruptor. Dia selalu menunjuk orang lain itu salah, maling, dll.

Dia mengaku paling bhineka dan menjunjung tinggi pluralisme, tapi lihatlah apa yang sekarang terjadi akibat ucapan ucapannya. Padahal tak satupun manusia bersih dari dosa, apakah ia manusia paling suci yang berhak untuk menjelekkan siapapun dan apapun?

Lalu sebaliknya, apakah jutaan orang lain yang menentangnya itu semua kotor penuh dosa? Ini bukan lagi masalah pilgub. Ini bukan lagi masalah umat Islam saja. Ini adalah indonesia tercinta, yang mulai terpecah belah hanya karena seorang manusia.

Apakah negeri tercinta akan terus bermusuhan hanya gara gara satu manusia. Apakah kerukunan jutaan rakyat indonesia bisa diabaikan demi satu orang. Kalau begitu sebenarnya siapakah dalangnya semua kegaduhan ini? Ya jelas sekali, siapa lagi kalau bukan lagi ahok.
Maka kini ketika hukum telah menjadi tumpul, dan penguasa telah menjadi tuli. Hukuman penjara untuknya takan bisa menyelesaikan masalah yang ada. Kalau dia hanya dipenjara, pendukungnya akan murka, dan perselisihan takan selesai.

Lalu apa jalan keluarnya? Satu satunya jalan keluarnya adalah delete dia dari indonesia, cabut kewarga negaraannya, karena sudah menyebabkan kegaduhan bagi rakyat indonesia. Toh kata pendukungnya, kalau ga jadi gubernur jkt, dia akan dipakai di USA? Ya sudah kirim saja ia kesana.

Atau balikin saja ia ke tanah leluhurnya. Kalau memang dia manusia super hebat, pasti tanah leluhurnya lebih membutuhkannya. Indonesia tidak akan apa apa tanpanya.

Masih banyak jutaan rakyat indonesia yang cinta tanah air ini, yang lebih baik darinya. Masih banyak pula rakyat indonesia yang jujur dan rendah hati. Masih banyak rakyat indonesia yang etos kerjanya tinggi.

Toh, maaf, kalau dia sampai mati, maaf, paling pendukung setianya hanya akan menangis sesaat, habis itu ya life must go on.

Jadi indonesia takan apa apa tanpanya, bahkan indonesia akan lebih adem ayem tanpanya. Apakah dia orang paling pintar di indonesia? Paling suci? Paling baik? Tenang, indonesia masih punya banyak rakyat yang pintar, baik, bagus kerjanya dan bisa mengendalikan diri dan lingkungannya dengan baik. Jadi untuk indonesia damai tidak cukup dengan menyuarakan penjarakan ahok, tapi lebih dari itu:

gerakan baru: #indonesiadamaitanpaahok

Ayo siapin kencleng dan viralkan gerakan baru:
#Indonesiadamaitanpaahok

(Bambang S).