INDONESIA PERNAH MENGALAMI KEKURANGAN PASOKAN GARAM NASIONAL.

 

Oleh:Dhedi Rochaedi Razak

BusurNews.Com,Jakarta- INDONESIA PERNAH MENGALAMI KEKURANGAN PASOKAN GARAM NASIONAL.

 

Hal itu memaksa pemerintah melakukan impor dari Australia.

Untuk mengurangi pasokan garam impor,
Pemerintah harus melakukan penguatan pegaram rakyat demi memenuhi kebutuhan garam nasional.

 

Terjadinya kelangkaan garam nasional disebabkan pegaram industri nasional dan pegaram rakyat memproduksinya bergantung pada musim.
Selain itu teknologi pengolahan garam yang masih konvensional.

 

“Pegaram nasional kita belum menggunakan teknologi tepat guna, sehingga hasilnya belum maksimal”.-

Lahan garam yang dimiliki pegaram rakyat cukup luas, sekitar 20 ribu sampai 25 ribu hektare (ha).

Sedangkan lahan yang dimiliki PT Garam hanya berkisar 5.500 ha.

 

Ini menunjukkan pemerintah harus melakukan penguatan teknologi bagi pegaram rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan garam nasional.

Kendala yang dihadapi pegaram rakyat antara lain,
keterbatasan teknologi,
sarana dan prasarana,
infrastruktur, dan
kualitas SDM pegaram.

 

Pemerintah seharusnya turun tangan melakukan pembenahan industri pegaraman nasional dan pegaram rakyat.

 

Sebab,
Kualitas pegaram rakyat belum sepenuhnya memenuhi standar kualitas garam produksi.

Yaitu harus memiliki kadar NaCl (Natrium Klorida) 90–97.

Untuk mendukung kebutuhan garam nasional dengan kadar tersebut diperlukan sistem produksi pegaraman yang lebih baik.

 

“HARUS DIPENUHI STANDAR PRODUKSI PEGARAMAN YANG BAIK
UNTUK MEMPEROLEH KUALITAS DAN KUANTITAS GARAM YANG BAIK”

(Rn)