Ilmuwan mengamati tanaman yang diisyaratkan Alquran.

 

Oleh: Dhedi Razak

Busurnews.com ,JAKARTA — Ilmuwan mengamati tanaman yang diisyaratkan Alquran.

Dalam surat Al-Isra ayat 44, Allah berfirman bahwa segala sesuatu bertasbih kepada-Nya, tetapi dengan cara yang tidak diketahui. Surat Al-Isra ayat 44 itu artinya:
“Langit yang tujuh bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”

Ayat di atas tersebut menunjukkan tanaman mempunyai kemampuan yang tersembunyi.
Dan kemampuan ini tidak diketahui oleh manusia terutama yang tidak beriman kepada Allah SWT.
Ada orang yang tidak beriman mempertanyakan bagaimana mungkin sesuatu seperti tanaman bisa memuji Allah?.
Karena orang ini berpikir bahwa tanaman tidak bisa berbicara dengan mulut seperti manusia.
Para ilmuwan telah sejak lama mempelajari tanaman.
Mereka menemukan bukti-bukti baru yang dahulu tidak diketahui oleh manusia.
Misalnya sejumlah ahli dari Amerika meneliti tanaman yang bernama Todder tanaman ini harus hidup bersama tanaman lain sebagai induk.
Ternyata tanaman Todder memiliki kesadaran, cara berkomunikasi dengan tanaman lain dengan bahasa kimiawi, sehingga tanaman ini mampu memilih tanaman mana yang lebih baik baginya untuk dijadikan induk.
Tim peneliti dari negara Polandia menemukan bahwa tanaman Arabidopsis mampu mengingat dan bereaksi terhadap jenis-jenis cahaya yang berbeda.
Informasi yang dapat dari cahaya digunakan oleh tanaman ini untuk meningkatkan Daya tahannya terhadap penyakit.
Daun-daun menangkap informasi dari cahaya lalu disampaikan kepada helai-helai daun yang lain.
Mirip seperti cara kerja saraf dalam tubuh manusia.

Tim peneliti lain dari Amerika melakukan penelitian terhadap tomat dan tembakau, ternyata tanaman tomat mampu membela dirinya dari gangguan serangga dengan menggunakan racun.
Dan tanaman tembakau dapat menghindari gangguan serangga dengan mengubah waktunya mengembangkan bunga.

Sedangkan peneliti Jerman menemukan bahwa tembakau mengeluarkan racun nikotin ketika serangga memakan daun daunnya.
Sekarang kita tahu bahwa tanaman tidak seperti yang dahulu kita pikirkan.
DNA adalah salah satu bagian terkecil yang ada di dalam tubuh makhluk hidup.
Para peneliti menyatakan bahwa DNA bergetar dengan mengeluarkan suara yang bisa diketahui dengan peralatan tertentu.
Para ahli juga menyatakan bahwa segala sesuatu, baik makhluk hidup atau benda mati memancarkan radiasi dengan ukuran tertentu. Suara-suara atau pancaran ini dapat merupakan pujian terhadap Allah namun dalam bahasa yang kita tidak mengerti.
Seperti yang dijelaskan oleh firman Allah”….tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.

(*

Alquran mengisyaratkan gunung-gungun di bumi bergerak

Jika diperhatikan sepintas gunung selalu berada pada tempat yang sama, padahal sebenarnya gunung-gunung itu berjalan seperti halnya awan di langit.
Berjalannya gunung-gunung itu sesuai dengan firman Allah dalam surat An Naml ayat 88:

وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ ۚ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ ”

Dan kamu melihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal Ia berjalan sebagaimana jalannya awan. Begitulah perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; Sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Firman Allah yang menyatakan bahwa gunung-gunung bergerak atau berjalan, telah diwahyukan 1.400 tahun yang lalu.

1.400 tahun yang lalu semua orang berpikir bahwa gunung itu diam tidak bergerak, namun ketika Allah berfirman bahwa gunung berjalan seperti awan, Rasulullah dan para sahabat menerimanya dengan sikap. “Kami mendengar dan kami taat.”
Inilah keteladanan yang patut diikuti.
Sekarang ilmu pengetahuan modern telah menemukan bukti bahwa gunung-gunung bergerak bersama dengan lempengan-lempengan benua.
Alferd Wegener (1880-1930), seorang ahli meteorologi asal Jerman telah menyatakan bahwa seluruh benua awalnya merupakan satu daratan besar yang disebutnya dengan nama ‘Pangaea’ yang berarti seluruh daratan.
Lalu benua yang sangat besar ini terpecah menjadi benua ‘Laurasia’ dan Godwanaland.
Daratan ini terus bergerak sampai akhirnya menjadi daratan-daratan yang lebih kecil yang dinamai Eurasia, Afrika, Amerika, Australia, dan Antartika seperti yang kita kenal hari ini.

Para ilmuwan menyebutkan bahwa rata-rata, lempengan daratan bumi bergerak 4 sampai 7 cm setiap tahunnya.
Selain itu dengan menggunakan alat-alat canggih seperti satelit dan pesawat luar angkasa para ilmuwan telah memberikan bukti-bukti melimpah bahwa planet bumi bergerak pada porosnya dengan kecepatan 1,670 km per jam, di mana segala yang ada di bumi ikut bergerak termasuk gunung-gunung.

 

@garsantara