Kategori
All

IKAPPI : Jangan Ciderai Kehadiran Pasar Tradisional

 

Busur News Com. Malang Raya.
Rapimnas IKAPPI 24 – 25 Mei yang berlangsung di Hotel Grand Cempaka,Jakarta Pusat menitik beratkan soal ketahanan pangan nasional,pada Rabu (24/5/2017).

Seperti yang disampaikan oleh staf ahli kementrian desa dalam sambutanya, yang mengupas tentang Produk Unggulan Desa,Produk Unggulan Kawasan Pedesaan,Embung Desa 20 T untuk support ketahanan pangan hingga soal Dana Desa (Rivatalisasi pasar melalui dana desa ).

Sementara dari Walikota Padang yang hadir diacara tersebut dalam sambutannya menyampaikan, bahwa
– Pemerintah kota padang bermitra cukup baik dengan para pedagang.Menurutnya dalam mengelola
pasar adalah pekerjaan yang tidak gampang, karena komunikasi, silaturrahmi yang baik yang selalu kami jalin menyebabkan tidak ada konflik antara pemkot dengan para pedagang
selaku Walikota dirinya tidak pernah menggusur, karena ada komitmen bersama dan selalu mencari solusi bersama bahkan sampai berjam jam. Ditambahkannya, bahwa sekitar – + 3500 pedagang
akan dipindahkan pada bulan depan,namun tidak ada konflik di antara pemkot dengan pedagang.

 

Ketum IKAPPI ,Abdulllah Mansyuri juga menegaskan terkait kehadiran pasar tradisional “ Dinegara manapun tidak ada yang bisa tawar menawar kecuali di Indonesia, karena pasar tradisional termasuk budaya bangsa yang harus dipertahankan dan dilindungi ” tegas Abdullah Mansyuri.

Hal itu dibenarkan dan diperkuat oleh ketua IKAPPI Malang Raya yang turut hadir dalam acara Rapimnas . “Demi Allah kami tidak akan mundur sejengkal pun dari upaya upaya penggusuran sebuah pasar tradisional. Bagaimanapun interaksinya masih sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia.” kata Didik Supriyanto pada busurnews.com melalui pesan Whastapp nya.(Galih)