IGA – Embassy Minum Teh

 

Busurnews.com,Jakarta- Indonesian Association Gastronomy (IGA) adalah perkumpulan yang dibentuk dengan tujuan untuk mengangkat, mengembangkan, melestarikan dan mendekonstruksi seni memasak berbagai suku kepulauan Nusantara yang ada di Indonesia serta etnik pendatang (Arab, Belanda, India, Potugis dan Tionghoa) baik yang tradisional, akulturasi dan mimikri dari warisan yang ada maupun modifikasi akibat localized global cuisine. Keberadaan Indonesian Gastronomy Association (IGA) yang merupakan perkumpulan para ahli, pecinta upaboga, pecinta makanan ini sudah semakin eksis sejak didirikan beberapa tahun lalu. Anggotanya semakin berkembang banyak dari berbagai lapisan dan komponen bangsa serta senantiasa melakukan program – program dan kerjasama baik kalangan dalam negeri maupun kalangan luar negeri.

Bertempat di Decanter Wine and Food, pada jumat siang tanggal 1 Desember 2017 bertepatan dengan hari libur nasional, Indonesian Gastronomy Association (IGA) menyelenggarakan acara “IGA – Embassy Minum Teh” acara ini diselenggarakan dalam rangka mempersembahkan kelembagaan gastronomy (upaboga) kepada dan dengan perwakilan asing yang ada di Jakarta serta mempererat jalinan kerjasama bilateral bidang kebudayaan, seni dan sejarah boga nusantara dan dunia. Untuk tahun 2017 – 2019, IGA akan menyelenggarakan 16 acara seperti ini selama 16 bulan dengan 16 perwakilan asing (kedutaan besar) dari negara – negara Uni Eropa, Amerika Serikat dan Kanada. Penekanan acara IGA – Embassy Minum Teh diantaranya: bagi Kedubes memperkenalkan dan jalinan hubungan diplomasi budaya serta interaksi sosial gastronomy dengan masyarakat Indonesia, bagi IGA untuk sinergi dalam kerjasama gastronomy antar kedua negara, Road Show to Indonesian International GastroStreetFood Festival (IIGSF) tahun 2018.

Acara diawali oleh sambutan Presiden Indonesian Gastronomy Association (IGA) Indrakarona Ketaren, dalam sambutannya Presiden IGA menyampaikan salam dan terima kasih kepada seluruh pengunjung yang telah berkontribusi atas suksesnya acara tersebut. Indra Ketaren juga menyampaikan sebelumnya IGA telah melaksanakan acara serupa dengan kedubes Prancis, lalu disambung dengan pihak kedubes Jerman hari ini. IGA berencana akan membuat acara dengan skala besar pada tahun 2018 nanti. Acara semakin menarik dengan tampilnya pembicara dari kedubes Jerman yang dibawakan oleh mr. Jorg Kinnen dengan topik pembicaraan “German Gastronomic Conceptualisation and its Program in Indonesia” tampak begitu bersemangat paparan yang disampaikan dengan berpusat pada kebijakan dan program budaya gastronomy Jerman. Khususnya mengenai konseptual dan aplikasi program seni budaya makanan negara bersangkutan. Tak lupa beliau menceritakan tentang jenis – jenis kulinari dan lokasi favorit menyantap makanan khas Jerman. Bahkan banyak peserta yang beruntung mendapat souvenir dengan melakukan sesi tanya jawab untuk mengetahui segala macam seluk beluk dunia kuliner Jerman dengan mr. Jorg Kinnen. Selain itu panitia banyak menebar door prize bagi peserta yang beruntung dalam acara tersebut.

Acara semakin meriah dengan kehadiran tamu undangan dari Kementerian dan lembaga pemerintah, diantaranya pak Eris dari INASGOC dan istri Wagub Dki Jakarta, Nur Asia Uno. Dalam kesempatan tersebut, presiden IGA Indra Ketaren melakukan penyematan pin IGA kepada perwakilan tamu yang diwakili oleh Nur Asia Uno dan Sigit Pramono. Harapan kepada IGA disampaikan oleh Sigit Pramono agar terus menerus melakukan kegiatan yang sangat bermanfaat serta di banyak lokasi lainnya terutama di daerah yang memiliki tempat wisata menarik.

Sebagai bentuk apresiasi kepada kedubes Jerman, presiden IGA Indrakarona Ketaren memberikan sertifikat yang diterima langsung oleh mr. Jorg Kinnen dan kepada perwakilan Decanter yang diterima oleh Evie Gozali. Di tempat yang sama executive director IGA Rinny Djaffar mengatakan nuansa kedaerahan begitu kuat dalam acara tersebut, dimana kesesuaian konsep dan acara menjadi suatu padanan yang serasi dan multi etnis, beriringan juga adanya Busana Nusantara yang diperagakan ibu – ibu anggota IGA berupa koleksi batik, ikat dan tenun mereka masing – masing. Bagi gastronomy berbusana kain Nusantara adalah warna kreatifitas pusaka bangsa yang seirama dan sepasangan dengan corak warisan upaboga Indonesia.

(Rully)

One Comment