Kategori
News

ICMI Pusat : Alhamdulillah Ishomuddin Saksi Ahok Resmi Dipecat Dari MUI

 

Busur News Com,Jakarta

Publik terutama umat Islam Indonesia hari-hari ini sedang resah dengan pernyataan Ishomudin dosen UIN Lampung yang jadi saksi persidangan penista agama Islam Ahok 21 Maret yang lalu di Jakarta menyatakan bahwa surat Maidah ayat 51 sudah tak berlaku lagi.

Umat Islam tersentak dengan pernyataan itu karena AlQuran itu berlaku sejak kenabian Muhammad saw 15 abad silam sampai hari kiamat

Untuk itu redaksi telah minta tanggapan masalah  ini pada Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI ) Pusat Anton Tabah Digdoyo demikian pencerahannya:

Menafsirkan AlQuran terutama ayat-ayat krusial itu ada penjelasan dari Rasulullah saw yang dicatat dengam rapi rinci oleh para sahabat Nabi lalu dibukukan dengan rapih pula jadi berjilid-jilid Hadits dan Kitab Tafsir pasca turunnya wahyu terakhir alMaidah ayat 3 yang artinya :

“Hari ini telah Aku sempurnakan agamamu dan Aku sempurnakan pula nikmatKu dan Aku ridho Islam sebagai agamamu”.

Tidak boleh ditambah dan dikurangi yang dijadikan dalil baku ulama sampai hari kiamat. Termasuk menafsirkan AlQuran wajib dengan penjelasan Rasulullah SAW .Karena  itu dengan tegas Nabi berkata :

“Siapa yg tafsirksn AlQuran dengan pikirannya/ pendapatnya sendiri mereka telah disiapkan tempatnya di neraka.”

Ishom sampe berkata bhw AlQuran surat Maidah 51 tak berlaku lagi itu dasarnya apa? Kalo Maidah 51 mansuh (telah diubah (diganti) lalu nansehnya mana? Harus ada dasarnya dari AlQuran atau Sunnah Semua harus dari penjelasan Nabi saw.

Contoh surat AlBaqoroh ayat 62 telah dimansuh dengan surat Ali Imron ayat 19 ayat 85 Maidah ayat 3 albayyinah ayat 6 ditegaskan diberbagai Hadits a.l Hr Muslim juz 1 hlm 93 dan 134 Hadits Ahmad juz 13 hlm 522 juz 14 hlm 361 juz 22 hlm 468

Juga sangat jelas ada di Tafsir Ibnu Katsir juz 1 hlm 284 + 285. Ibnu Abas juz 1 hlm 113, Zidul Masir juz 1 hlm 74 menegaskan surat Bakoroh ayat 62 telah dimansukh (mansukhot) dengan surat Ali Imron 19 dan 85 surat Maidah ayat 3 surat Bauyinah ayat 6 dan lain-lain Jadi tidak ngawur tidak asal ngomong harus wajib ada dalil untuk rujukan dari Alloh dan RosulNya.

Apalagi AlQuran harus dijelaskan Hadits sesuai wasiat Nabi di akhir hayatnya tentang 2 kitab penyelamat dunia akhirat yaitu AlQuran dan Sunnah.

Ulama sekarang sehebat apapun sudah tidak punya otoritas menafsirkan AlQuran dengan pendapatnya ,dengan pikirannya masing2 semua wajib merujuk ke hadits dan tafsir yg sdh ada.

Ishomudin atau siapapun tak boleh menafsirkan AlQuran menurut pikiran dan pendapatnya sendiri .

Tafsir surat Maidah 51 sudah sangat jelas dan tegas dan itu berlaku sampai hari kiamat tidak ada waktu expirednya.
Apalagi menafsirkan AlQuran. Menafsirkan UU yang buatan manusia saja dilarang dengan pikiran masing2 harus minimal dengan 3 kaidah yaitu Konsiderans. Batang tubuh dan Penjelasannya.
Kalau  UU boleh ditafsirkan masing-masing  yang terjadi adalah kekacauan di masyarakat.

Demikian juga kitab suci AlQuran
Tapi alhamdulillah pimpinan MUI pusat sudah hubungi saya kamis 23 Maret 2017 bahwa yang bersangkutan  telah dikeluarkan dari MUI dan insyaallah PBNU akan bersikap sama dengan MUI akan mengeluarkannya,”tegas jendral Anton Digdoyo yg juga Ketua Penanggulangan Penodaan Agama tersebut.

“Orang macam dia sudah tak berhak diperlakukan sebagai muslim,”pungkas Anton.

“Saya berharap Kaum muslim dan ulama- ulama tidak usah menghiraukan dia lagi,”tutup Anton. (Riena).