Peran Hidup Kreatif Tampil Terampil

Pengaruh lisan dalam kehidupan kita semua yang memberikan dampak yang benar benar dapat dirasakan, bukan hanya bertanggung jawab untuk diri namun lingkungan yang seharusnya berjalan kearah yang lebih baik. Pertaruhan antara hidup dan mati saat setiap dari kita semua saat menyelesaikan pendidikan dan masuk kedalam kehidupan yang sebenarnya.

Oleh Zuliana

Perubahan yang sedikit berarti saat disana ada kalanya kita mulai untuk mau tampil dan hidup ditengah maskarakat, mengumpulkan seluruh tenaga untuk menyertakan pula solusi namun hanya dipahami sekelumit lantas teracuhkan. Menyaksikan perubahan berarti ada yang mulai pudar, hal yang kian ditinggalkan kenapa ini jadi tersasar, rambu rambu yang jelas bukan jadi pokok yang krusial bila dialaggar. Kulit kami yang kian tebal menerima permasalahatan tanpa solusi, perasaan yang bercampur aduk menjadi lebih sensitif, seharusnya pendidikan berarti kepastian, budaya bernalarkan kepekaan, bukan selembar kertas ujian yang buat uring uringan penuh dengan contekan.

Menganut sistem pendidikan tinggi yang berperan hidup dalam masyarakat sebagai peserta didik yang dinilai dewasa dalam segi usia tidak terlihat sebegitu mudahnya, ujian demi ujian dapat menjadi bukti efektivitas yang didapatkan di ruang ruang kelas dan ter-implementasi dengan baik dan benar di ranah publik. Peran yang dibutuhkan setiap individu untuk tepat berada di lingkungan sosial, Figur yang tepat akan menjadi lebih berguna bila ditempatkan di tempat yang tepat. Peran utama bukan jadi ajang cari sensasi, bukan pula kata kata lisan maupun saduran draf yang dibuat semalam, pengetahuan yang membangun hanya dirasakan jauh didasar bukan hal yang dimunculkan dan membumbung tinggi, namun dapat memberikan dampak yang signifikan dirasakan bersama. Tanpa kejelasan sistem pembelajaran dan pola fikir yang mumpuni, figur tersebut hanya sebatas angan angan yang diimpikan oleh kita semua.

Pengaruh lisan dalam kehidupan kita semua yang memberikan dampak yang benar benar dapat dirasakan, bukan hanya bertanggung jawab untuk diri namun lingkungan yang seharusnya berjalan kearah yang lebih baik. Pertaruhan antara hidup dan mati saat setiap dari kita semua saat menyelesaikan pendidikan dan masuk kedalam kehidupan yang sebenarnya. Bukan hanya sebagai individu namun efektivitas dari sistem pembelajaran dan pengajar, begitu pula bukan juga sertifikasi yang dibutuhkan, namun karakter dengan tata krama yang benar dan tepat hingga dapat digunakan untuk memberikan solusi dalam permasalahan atan konflik yang muncul.

Sebagai pribadi yang dewasa banyak dari kita sadar, bahwa konflik pastinya akan timbul dari banyak hal dalam diri maupun lingkungan, bukan tanpa sebab hingga kini banyak konflik yang sulit untuk dilerai karena juga sulit untuk menghadapinya. Kembali mengenai budaya yang diadopsi dan teradopsi hingga turun menurun sulit untuk konfrontasi dan menyelesaikan dengan baik. Setiap konflik seharusnya dapat teratasi dengan seni yang baik dan terarah.

Kesenian dapat menjadi obat dalam memperbaiki diri dan mentalitas serta karakter yang lebih baik, estetika pula akan lebih mewarnai dan penyeimbang dalam kehidupan yang dibutuhkan setiap individu. Kreativitas yang berguna untuk kehidupan tanpa menjejalkan atau menghadirkan keterpaksaan untuk di pahami, bukan aktualisaasi diri ataupun trend yang merubah kepercayaan atau memaksakan kehendak. Kreativitas bisa jadi hal yang tidak terbatas untuk terus digali dan memunculkan pemikiran pemikiran baru atau bisa jadi memunculkan penemuan yang membanggakan. Kreativitas yang mulai digaungkan dalam sistem pendidikan bukan tanpa tujuan, semua hal yang berbau ‘tak terbatas’ merupakan jalan antisipasi untuk menyelamatkan banyak sumber daya dan memupuk banyak ide jadi nyata.

Sejak kemunculan teknologi dan beralih ke digitalisasi sejak dua puluh tahun yang lalu, yang kemudian pula mengangkat industri kreatif menadi lebih populer, begitu pula dengan dampak yang dihasilkan, tidak sedikit dari para pekerja seni yang tidak mendapatkan apresiasi yang selayaknya. Hal yang turut memberikan dampak saat menggunakan kata ‘para pekerja seni’ atau ‘para penghibur’. Seni panggung seharusnya lebih terangkat untuk menjadi media atau tempat untuk menyalurkan kreativitas kebudayaan karena budaya asli kita yang menyukai ‘ketidak seriusan’ malah jadi lesu, kecenderungan masyarakat yang belum juga siap untuk mengangkat kegiatan seni menjadi sebuah karya seni, namun masih sebatas hiburan tanpa pengarahan. Kain perca yang mulai disambung mengeratkan satu pemikiran bahwa, sosio ekonomi masyarakat akan sangat berpengaruh terhadap membangun industri kreatif yang lebih baik. Menjadi idealis adalah hal yang belum dapat dipastikan dapat memberikan dampak positif terhadap industri kreatif dalam negeri, apabila sudah terlihat pasar yang signifikan memberikan hasil yang akan menguntungkan, hal tersebut sudah pasti akan diangkat dan tidak akan berubah.

Peran anak muda yang sangat kreatif dapat membawa dampak besar dalam masyarakat, dan hanya dapat dibentuk oleh rasa percaya diri. Percaya diri untuk melangkah kedepan, sesekali menengok kebelakang untuk memilah hal yang seharusnya dapat dicegah. Kini siapapun dapat tampil, namun mesti buat yakin bahwa disana masih ada pemahaman dan aturan, bukan hanya untuk aktualisasi diri namun dapat menjadi impresi membangun, jadi terampil bertanggung jawab, bukan hanya dapat ‘membuat’ namun beberapa dari penemuan baru dapat menjadi dipertanggung jawabkan untuk dampak yang dihasilkan dengan tujuan yang dapat dinikmati bersama untuk berkeadilan sosial.

Peran hidup atau menghidupkan peran yang sebenarnya hanya dapat diterima sebagian dari kita yang mau mengerti akan banyak perubahan yang akan terjadi di masa yang akan datang, bukan serta menolak perubahan tersebut, namun ‘pemahaman’ untuk menempatkan diri dan mengerti bahwa hanya komitmen dan prinsip paling dibutuhkan, kedua hal terebut tidak dapat dipaksakan ada dalam diri setiap individu walaupun banyak dari kita yang duduk dibagku sekolah.