Kategori
All

Harapan masyarakat Madura menjadikan Madura sebagai provinsi sudah meng-gebu

 

BusurNews.Com,Madura-  Harapan masyarakat Madura menjadikan Madura sebagai provinsi sudah meng-gebu beberapa tahun lalu. Begitu pula Panitia P4M melakukan deklarasi di Bangkalan untuk persiapan Madura sebagai Provinsi. Tetapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada hari Kamis 19 Oktober justru berbalik arah dengan keinginan masyarakat Madua.

Moh. Khairi selaku Ketua Umum Forum Mahasiswa Madura (FORMAD) Jabodetabek 2017-2018, mengajak masyarakat Madura untuk tidak kecil hati dan tetap berkometmen untuk menjadikan Madura sebagai provinsi sesuai peraturan dan mekanisme perundang-undangan yang berlaku. Kamis, (19/10).

“Ini sudah putusan MK, bukan berarti MK itu tidak merespons secara positif dan objektif, hanya saja secara administratif Madura sebagai Provinsi itu belum mencukupi syarat. Dimana syarat menjadi Provinsi minimal harus terdiri dari 5 Kabupaten/kota, sementara di Madura hanya terdiri dari 4 Kabupaten.” Ungkap Khairi.

“Saya yakin haqqol-yaqin Madura menjadi provinsi tinggal beberapa langkah lagi, jika ada salah satu Kabupaten di Madura yang dipecah menjadi dua Kabupaten/kota, lalu kemudian dibantu dengan persiapan lainnya.” Tegas Khairi mahasiswa Manajemen Perbankan Syariah di salah satu Universitas di Jakarta ini.

“Sebenarnya salah satu tujuan Madura menjadi Provinsi secara umum semata untuk kesejahteraan masyarakat dan menjadikan Madura lebih maju dan berkembang.” Tambah khairi.

“Tetapi, saya kira itu bukan jalan satu-satunya. Masih banyak cara lain yang harus kita tempuh untuk kesejahteraan masyarakat, yaitu pemberdayaan petani dengan program-program khusus dari Pemda, pemerataan ekonomi lebih dioptimalkan, kualitas pendidikan lebih ditingkatkan,  Ibukota Provinsi sebagai pusat administrasi harus juga disiapkan. Sebab, Madura menjadi provinsi tidak cukup terdiri dari 5 Kabupaten, tapi juga harus dibantu dari kesiapan berbagai aspek pendukung.” Pungkas Ketua Formad yang menaungi mahasiswa Madura 4 Kabupaten di Jabodetabek ini. (Imam)