Kategori
Artikel

Guru besar psikologi di University of California Berkeley memperkenalkan istilah model-free learning dan modelbased learning.

 

Oleh: Dhedi Razak

Busurnews.com, MEDAN –Guru besar psikologi di University of California Berkeley memperkenalkan istilah model-free learning dan modelbased learning.
Model-free learning pada dasarnya pendekatan coba-coba, trial and error.
Model based learning pada dasarnya pendekatan permanen, ajek.

Pandemi covid-19 ialah situasi probabilitas yang berubah cepat.
Pandemi covid-19 menghadirkan ketidakpastian.
Covid-19 ialah jenis virus yang relatif baru yang karakternya belum bisa kita identifi kasi secara pasti.
Para ahli terus mempelajari karakternya untuk menemukan vaksinya kelak.
Pada mulanya para ahli menduga mereka yang terjangkit covid-19 menunjukkan gejala-gejala tertentu, seperti flu, batuk, dan sesak napas.
Namun, penelitian berikutnya menemukan banyak penderita covid-19 tidak menunjukkan gejala.
Munculah istilah orang tanpa gejala atau OTG.

Dalam situasi ketidakpastian, Bishop merekomendasi kita mengambil pendekatan model-free learning supaya kita bisa menilai risiko dalam menghadapi ketidakpastian tersebut.
Risiko model-free learning ialah kebijakan yang berbeda-beda, berubah-ubah, coba-coba, trial and error.
Ketika para ahli berpendapat penderita covid-19 menunjukkan gejala-gejala tertentu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bikin kebijakan yang sakit memakai masker supaya tidak menulari, sedangkan yang sehat tidak perlu memakainya.

Namun, ketika para ahli mengatakan penderita covid-19 bisa saja tidak menunjukkan gejala, pemerintah mengubah kebijakan semua mesti memakai masker.
Pendekatan model-free learning kita lakukan dengan menilai risiko dalam menghadapi ketidakpastian.

Pemerintah mulai menilai risiko ekonomi dalam menghadapi ketidakpastian pandemi covid-19.
Pemerintah lalu merencanakan pengurangan pembatasan sosial berskala besar. Itu artinya pemerintah boleh jadi kelak mengubah kebijakan dari PSBB menjadi normal baru.Bishop tidak merekomendasi model-based learning untuk menghadapi ketidakpastian. Model-based learning menyimulasikan kemungkinan di masa depan dengan menyandarkan pada pengalaman atau apa yang dilakukan orang lain. Risikonya kita panik bila kita tidak mengambil kebijakan seperti yang dialami atau dilakukan orang lain. Banyak orang di negara ini yang panik dan melayangkan kritik ketika pemerintah tidak memutuskan lockdown serupa yang dilakukan negara lain.Risiko lainnya kita juga panik ketika kebijakan pemerintah berubah-ubah. Banyak orang di negara ini yang panik dan menuduh pemerintah inkonsisten ketika pemerintah merancang kehidupan normal baru meski itu baru rencana.Pemerintah awalnya mengimbau orang tidak mudik. Akan tetapi, salah satunya atas pertimbangan masih banyak orang yang berniat mudik menurut survei, pemerintah mengubah kebijakannya menjadi melarang mudik. Adakah yang memvonis pemerintah inkonsisten?Gubernur DKI Anies Baswedan memutuskan perpanjangan PSBB hingga sampai 4 Juni 2020. Anies pada dasarnya mengubah kebijakannya. Bukankah mestinya kebijakannya berakhir pada 21 Mei 2020? Anies juga mengatakan perpanjangan PSBB hingga 4 Juni itu yang terakhir bila masyarakat disiplin. Itu artinya ada kemungkinan Anies mengubah kebijakannya dengan mengajukan perpanjangan PSBB lagi bila masyarakat tidak disiplin. Adakah yang menilai Anies inkonsisten?Seringkali penilaian inkonsisten atau konsisten didasarkan pada pikiran kita sendiri. Bila kebijakan yang diambil pemerintah sesuai dengan yang kita pikirkan dan harapkan, kita tidak mengatakan pemerintah inkonsisten. Bila kebijakan pemerintah tidak sesuai yang kita pikirkan, kita memvonis pemerintah inkonsisten.

Mantan Wapres Jusuf Kalla menilai istilah
‘berdamai dengan covid-19’ tidak pas, ‘tidak konsisten’ dengan ‘melawan covid- 19’. “Virusnya enggak mau bagaimana?”
kata Pak JK.

Pak JK kelihatannya berpikiran kita sedang berkonflik dengan virus dan konflik itu serupa dengan konfl ik dua kelompok manusia sehingga perdamaian tercapai bila kedua belah pihak menginginkannya.
Kita maklum, Pak JK kita kenal sebagai juru damai yang mumpuni dalam menyelesaikan konflik antarkelompok manusia, misalnya konflik kelompok muslim dan kristiani di Ambon atau konfl ik negara dengan Gerakan Aceh Merdeka.
Serupa yang disampaikan Bishop kita umumnya tidak siap menghadapi situasi dan kebijakan yang konsisten berubah dalam menghadapi pandemi covid-19.

Tugas pemerintah, juga kita semua, untuk menyiapkan rakyat agar terbiasa dengan ketidakpastian dan perubahan.

Itulah yang disebut berdamai dengan ketidakpastian pandemi covid-19 sampai vaksinnya ditemukan.

@drr