Kategori
All

Gmnl Desak Pemerintah Cabut Ijin Penerbit PT.Suara Agung

 

Oleh : Sandrey Rumanama

Busur News Com,Jakarta – Presidium Gerakan mahasiswa nasional Indonesia (GmnI), kembali menyoroti huru hara kondisi bangsa ini.

Kasus penerbitan kitab suci Al-quran tanpa surat almaidah ayat 51-57 sangat memcedrai nilai nilai kehidupan beragama & berbangsa, hal ini di tegaskan oleh Ketua Komite IX Presidium GmnI Sandri Rumanama.

Menurut Sandri Rumanama apapun alasanya dari pihak mana saja, kekhilafan tersebut terkait dengan kitab suci yang dianggap suci oleh umat Islam. Sehingga perlu kehati-hatian dalam memproduksi Al-Quran.Katanya pada tim redaksi  pada ( 1 /6/2017)

“Ini menyangkut Al-Quran yang dianggap suci, jadi, jangankan satu ayat,‎ satu huruf saja hilang, itu sangat fatal karena sudah pasti merubah makna. Jadi harus hati-hati dalam memproduksi Al Quran,” tegasnya

Maka itu saya minta pihak pemerintah melalui Kementrian Agama (Kemenag), harus mencabut izin penerbitan dari PT. Suara Agung, harus di cabut tanpa ada alasan.

Rumanama juga meminta pihak kepolisian harus bergerak cepat untuk mengusut tuntas kasus ini, jangan sampai ada permainan ada kesengsaraan dalam penerbitan Al-quran kali ini. Saya berharap ini pertama & terakhir kali kasus seperti ini terjadi, ini soal Kitab Suci bukan main main. sebelum di edarkan coba di teliti dulu, bukan hanya Al-Quran tapi Al-Kitab dan semua yang berhubungan dengan keyakinan umat baik islam. Kristen. hindu. budha dan agama yang di akui leh negara harus di jaga bersama sama. olehnya itu saya mendesak agar ini perusahaan yakni PT Suara Agung harus di beri sanksi tegas.

(Rn)