Kategori
All

GMNI : Kami Tak Takut Sama Ibu Mega

 

Oleh : Sandrey Rumanama

Busur News Com,Jakarta – Gerakan mahasiswa nasional Indonesia (GmnI), yang saat ini terpecah menjadi dua gerbong kepengurusan antara Kongers SIKKA & Kongres Luar Biasa (KLB) MEDAN, memeliki menifesto politik yang berbeda. Hal dapat di lihat dari aktivitas 2 kepengurusan organisasi ini,

Beberapa bulan terakhir kepengurusan di bawa nahkoda Wonder Infantri Nainggolan jebolan KLB-Medan ini terus eksis bersama element gerakan lain mengeritik pemerintahan kali ini yang notebening-nya di kuasai PDI-Perjuangan sebagai partai pemenang, sedangkan versi kongres SIKA seakan akan vakum tanpa ada aktivitas organisasi.

Salah satu pengurus pusat Presidium GmnI jebolan KLB-Medan Sandri Rumanama beberapa hari lalu mengegerkan publik dengan orasinya Prasiden adalah buruh, sehingga mengundang respon publik.

Steatment ini seakan akan memberikan sinyalmen bahwa GmnI di bawa Kepengurusan versi KLB tak sejalan dengan para seniornya di PDI-P, bahkan Sandri Rumanama (Ketua Komite IX Presidium GmnI), kembali mengeluarkan steatment Bahwa mereka tak takut sama seniornya ibu Megawati Soekarno Putri (Ketua Umum PDI-Perjuangan) “Kami Tak Takut Sama Ibu Mega Emangnya GmnI Itu PDI-P. Saya Ma Lebih Takut Di Marahin Wonder Sebagai Ketua Saya Kebanding di Tegur Ibu Megawati”. Ungkapnya.

Dirinya menambahkan bahwa jangan keliru asumsi publik bahwa GmnI adalah cikal bakal PDI-Perjuangan adalah salah besar, “GmnK Bukan Underbour atau Patners Regeneration PDI-Perjuangan, Kami hanya Memeliki Kesamaan Secara Iseologis, Namun Memeliki Manifesto dan AD/ART Yang Berbeda. Mereka Partai Politik Kami Organisasi Kaderisasi.

(Rn)