Gerakan Santri Indonesia:” Kami Muslim Kenapa Kami Pilih Ahok Djarot…?”

Para kyai Gerakan Santri Indonesia(GSI)

Nawacitaonline,Jakarta

Deklarasi kyai- kyai pinggiran pendukung Ahok – Djarot dalam
Acara silahturahmi & rembuk bareng Pilgub DKI bersama para ustad kyai- kyai pinggiran Jakarta yang bergabung dalam Gerakan Santri Indonesia (GSI) diadakan di gedung Juang DHD 45 Jl.Menteng Raya Jakpus pada hari senen 31 oktober 2016 .

Para santri yang bergabung dalam Gerakan Santri Indonesia(GSI) tersebut memilih Ahok – Djarot sebagai gubernur DKI Jakarta periode 2016 s/d 2022 mendatang. kenapa karena Jakarta dipimpin beliau jauh lebih baik ?”

KH.Imam  Sumantri BK ketum GU

Menurut Drs.KH. Iman Sumantri Barata Kusumah ketua umum Garda Umat , bahwa kami diajak gabung dengan teman2 untuk berbenturan tapi saya katakan tidak….!kita dari aliansi masyarakat cinta damai akan menyampaikan kepada MUI untuk meninjau kembali .Agar kita tidak perlu terpancing oleh sekelompok golongan atau elemen , yang mengatas namakan pribadi golongan atau kepentingan yang akan mengancam kesatuan negara kita.

“Jakarta adalah ibukota,Jakarta perlu kita tolong ,agar aman Pilkada berjalan dengan baik dan mulus.konfersikan bahwa permasalahan agama pada tempat yang sesungguhnya ,tempat yang tepat untuk mendiskusikan hal tersebut”tegas nya

“Sekali lagi kami siap mengawal tidak akan terjadi benturan- benturan di lapangan.justru kami akan mengadakan persepsi dan momentum kepada seluruh lapisan masyarakat Jakarta khususnya dan masyarakat indonesia pada umumnya untuk tegakkan nilai- nilai pancasila dan UUD 1945”.kata KH .Imam.

H.Nova kanan & H Iman kiri ketika diwawancara TV.

Menurut H.Nova Andiva  ketua PP Baitul Muslimin Indonesia yang merupakan sayap organisasi islam selalu bekerjasama dengan kyai dan ustad , mengajak bersama sama umat islam untuk tidak mudah diadu domba mengatas namakan agama .

“Karena Islam itu rahmatan ilhami dan sebak- baiknya manusia adalah manusia memberi manfaat kepada orang banyak.Kalau umat islam saja ada yang terprovokasi atas dasar kebencian terhadap agama tertentu karena beda suku agama ,maka ini adalah menjadi bagian bentuk keterbelakangan pengunduran, dan ini membawa virus konflik sosial yang ada di Timur Tengah,” kata H.Nova.

H.Nova Andiva ketum PP BMI

“Mudah- mudahan kita bisa menolaknya .Dan kalau ini terjadi berarti kita bisa mundur 50 tahun kebelakang!”pungkasmya.

“kita tidak ingin Indonesia dijadikan seperti negara di Timur Tengah
Yang mengalami konplik sosial.
Yang terusir dari negaranya karena beda mar’af ,beda aliran karena kepentingan  politik dan kekuasaan yang dibalut atau dibungkus topeng2 yang bernama agama karena perbedaan tafsir,”jelasnya pula.

A zayadi ketua GSI

Menurut A zayadii ketua gerakan santri islam (GSI) ketika ditanyakan masalah pengawalan di Jakarta bagaimana ?

“Saya ini bukan jagoan , lebih baik duduk berdiskusi duduk bareng dari pada demo panas2 an.Emang mau ngapain di Jakarta ? kalau kita disentil maafkan peringatin aja bahwa itu salah ,bukannya demo panas- panasan.

.”Kalau ulama dulu kalau udah minta maaf ya udah dimaafkan”jelas zayadi

Ketika ditanya bagaimana jika nanti demo sampai anarkhis ?

“Itu bukan tugas saya tetapi tugas polisi, saya cuma santri biarlah semua proses hukum yang berjalan “. Katanya mengakhiri diskusi dengan awak media.(Riena).