Kategori
News

GEPRINDO Ingatkan Masyarakat Agar Tidak Sebarkan Berita Hoax

 

Busur News Com,Jakarta

oleh : Reza

Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) menghimbau masyarakat pada umumnya dan pewarta khususnya agar tidak menyebarkan berita Hoax karena dapat diganjar hukuman 6 Tahun penjara serta denda Rp 1 miliar.

Hal itu termaktub dalam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE. Di dalam pasal itu disebutkan:

“Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar”

Secara etimologi hoax berasal dari kata “hocus pocus” yang aslinya adalah bahasa Latin “hoc est corpus”, artinya “ini adalah tubuh”. Kata ini biasa digunakan para penyihir dan penyulap untuk mengklaim sesuatu adalah benar padahal belum tentu benar.

Belakangan ini dimana kita berada di era SosMed, berita hadir setiap detik dan sekaligus tersebar. Kekuatan media sosial tak bisa dipungkiri dapat menggerakan manusia, mengubah pola pikir, serta tindakan destruktif yang mengancam kehidupan sosial kita.

Alam demokrasi memang membuka kran kebebasan seluasnya akan tetapi kebebasan harus dibarengi rasa tanggung jawab. Kebebasan jangan sampai kebablasan, menjadi pembuat dan penyebar Hoax.

Menurut ahli jiwa dr Andri, SpKJ, ada 4 kelompok orang yang membuat dan menyebarkan berita Hoax, pertama memprovokasi. Kelompok pertama ini biasanya orang-orang pintar, dia tahu berita tersebut Hoax.

Kelompok kedua ialah yang ingin tampak keren dan kekinian, kelompok ketiga adalah kelompok yang mengalami kecemasan berlebihan, ia ingin mendapat konfirmasi kebenaran namun tanpa disadari telah ikut menyebarkan.

Kelompok terakhir merupakan pecandu gagdet, asal share berita tanpa mencoba mencari kebenaran.

Para penyebar Hoax jangan mengira bahwa kelakuan anda tidak dapat dibongkar, mengingat pihak kepolisian sudah memiliki tim cyber-crime yang mampu melakukan forensik digital sehingga para pelaku dapat segera diketahui dan ditangkap.

GEPRINDO mengajak para penyebar Hoax agar bertobat, tidak mengulangi tindakannya karena bukan hanya melanggar hukum negara akan tetapi berakibat buruk bagi orang lain, dan secara mental bagi penyebarnya sendiri.

GEPRINDO berharap edukasi literasi juga dilakukan media, baik cetak, elektronik maupun online. Media massa merupakan pilar demokrasi yang dapat mencerahkan dan mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai pembukaan UUD 45 alinea ke-4.(Riena).

Satgas Advokasi GEPRINDO (SAG)