Kategori
Artikel

Gencarnya Informasi Di Medsos Turut Berperan Dalam Penyebaran Radikalisme Dan Terorisme

 

Oleh: Dhedi Rochaedi Razak
Busur News Com,Jakarta- Gencarnya informasi yang belum tentu kebenarannya tersebar di media sosial (medsos), turut berperan dalam penyebaran radikalisme dan terorisme yang terjadi selama ini.

*Media sosial (nonpers) lebih memberikan ruang tindakan tersebut dibandingkan media pers*.
“Media nonpers (sosial) berpeluang dalam penyebaran radikalisme dan terorisme.

*Informasi atau berita hoax (bohong) lebih cepat menyebar di media nonpers dibandingkan media pers, sehingga banyak dari kalangan masyarakat yang terprovokasi dengan informasi tersebut tanpa ada upaya untuk bertabayyun atau mengecek kebenarannya*.
Masyarakat yang mudah terprovokasi sangat cepat berubah dari kebiasaan yang tidak seharusnya.

*Untuk itu, penyebaran berita atau informasi yang belum valid hendaknya dilakukan pengecekan kebenarannya terlebih dahulu, tidak langsung disebarkan atau ditelan mentah-mentah*.
Mencontohkan seorang warga penjual es cincau di Kabupaten Lampung Tengah, tiba-tiba berubah pemahamannya dalam waktu singkat.
Ia bertindak dan berlaku tidak seperti biasanya di keluarganya, tiba-tiba ia berangkat ke negara yang berkonflik di Timur Tengah.
*Motif radikalisme dan terorisme itu tidak memandang kaya dan miskin, pintar dan tidak pintar, Semua bisa terprovokasi bila tidak memahami informasi yang tersebar*.