Gelombang protes hasil perdes Meluas, serempak diberbagai kecamatan di Kab Boyolali

 

BusurNews.com , BOYOLALI- Sejumlah perwakilan peserta tes dari Kecamatan Karanggede mendatangi kantor kecamatan setempat. Mereka ditemui Camat Karanggede, Ariyuwono pada Senin (12 /11/2017).

Dalam kesempatan itu, mereka menuntut transparansi hasil tes yang penuh kejanggalan, mulai molornya pengumuman, soal-soal yang tak disegel, pengumuman nilai tes yang tak distempel, dan nilai yang tak masuk akal.

Sayangnya dalam pertemuan itu mereka tak mendapatkan hasil memuaskan. Panitia seleksi tak bisa ditemui dengan alasan kesibukan. Sementara Camat juga tak bisa memberikan hak untuk memenuhi tuntutan mereka.

Koordinator aksi, Novia Ariyanto, mengaku sangat kecewa atas pertemuan itu karena panitia enggan menemui peserta. “Kami tak puas dengan pertemuan ini. Kami akan kembali menuntut dengan membawa massa lebih banyak,” ujar Novia.

Aksi serupa juga terjadi di Kecamatan Wonosegoro. Warga mendatangi kantor kecamatan setempat dan menuntut hal yang sama. Namun, lagi-lagi jawaban sama pula yang didapatkan massa. Mereka tak bisa menemui panitia seleksi dan disarankan melayangkan surat permohonan ke Bupati Boyolali.

Aksi di waktu nyaris bersamaan terjadi di Kecamatan Sawit. Perwakilan peserta semula ingin bertemu dengan panitia seleksi dari UPTD Pendidikan Dasar, namun tak membuahkan hasil. Alasannya, UPTD Dikdas tak memiliki wewenang menjawab karena sudah menjadi dokumen rahasia.

“Kami hanya ditemui Sekcam, namun tak mendapatkan jawaban berarti karena Sekcam lebih banyak menjawab tak tahu masalah itu,” jelas perwakilan peserta, Patih Arwani.

jelas kami sangat kecewa, kemarin hari jumat kmrn (9/11) kita sudah sowan ke kaupt buat ketemu, dan dijanjikan hari ini, tapi beliau lagi lagi tidak ada dikantor, sebenarnya ada apa dibalik semua iniKalau ini tidak ada perhatian “khusus” dari pihak panitia ,kami akan melakukan aksi lagi bersama kawan kawan se Kabupaten Boyolali, pungkasnya.

Aksi serupa sebenarnya juga terjadi di Nogosari, Sambi, Simo, Ngemplak, dan lain-lainnya. Namun, mereka tak bisa menemui pejabat berwenang, Camat setempat sedang keluar kota untuk kepentingan takziah. “Benar. Para camat banyak yang ke Grobogan untuk takziah,” ujar Kapolsek Simo, AKP Bambang Mursito.

Terpisah, Camat Ngemplak, Nugroho, saat dihubungi BusurNews.com mengatakan yang berhak menjawab dan menjelaskan hasil tes adalah langsung Bupati Seno Samodro. Caranya, dengan mengajukan surat permohonan atas nama perorangan.

“Itu sudah menjadi instruksi beliau [Bupati]. Kami tak memiliki wewenang menjawab. Peserta silakan mengajukan permohonan surat izin,” jawabnya. Bupati Seno Samodro hingga berita ini diunggah belum bisa dimintai konfirmasi.(Patih).