Kategori
Artikel

Gaet Influencer, Pemerintah Dinilai Tidak Percaya Diri

 

Oleh :  Dhedi Razak

Busurnews.com, JAKARTA –Gaet Influencer, Pemerintah Dinilai Tidak Percaya Diri
Pelibatan influencer dalam sosialisasi kebijakan mencerminkan pemerintah tidak percaya diri.
Itu membuktikan negara tidak percaya diri bahwa dirinya menjadi influencer.
Sehingga, dibutuhkan orang-orang yang dianggap lebih terkenal dari negara.
Padahal pemerintah memiliki kekuasaan sebagai influencer.
Menurut saya, pemanfaatan kalangan influencer dinilai kebijakan yang tidak tepat.
Influencer Diminta Cek Sumber Sebelum Publikasi Konten.
Pemerintah dan perangkatnya adalah pihak yang memiliki influencer.
Konsekuensi dengan adanya power, dia itu punya pengaruh.
Jadi tidak perlu ada influencer lagi.
Sebenarnya, pemerintah memiliki hak untuk menyebarluaskan pesan terkait kebijakan.
Sosialisasi menjadi hal lumrah sepanjang proporsional dan tidak menimbulkan imajinasi yang berbeda jauh dari realita saya pun mempertanyakan peran influencer saat lembaga pemerintahan telah memiliki divisi hubungan masyarakat, yang dibayar dengan uang negara.
Mengapa mengambil lagi uang dari kas negara yang nominalnya juga sangat dahsyat.
Sebetulnya tidak perlu kalau memang pesannya adalah sosialisasi.
Di sisi lain, sayajuga menyoalkan independensi influencer yang digunakan pemerintah.
Meski dilindungi kebebasan berbicara, namun akan berbahaya jika pesan yang disampaikan influencer ke publik telah dimaipulasi.

@drr