Kategori
Entertainment

Film Surau Dan Silek Adakan Gala Primer

Busur News.Com-Jakarta-Film Surau dan Silek Karya Muhammad Arif Malinmudo mendapatkan sambutan yang hangat dari para kalangan masyarakat penikmat Film, khususnya dari warga Minangkabau

Film Surau Dan Silek adakan Gala Premier

Busurnews.com-Jakarta.
Film Surau dan Silek Karya Muhammad Arif Malinmudo mendapatkan sambutan yang hangat dari para kalangan masyarakat penikmat Film, khususnya dari warga Minangkabau

Acara gala premier yang digelar yang dihadiri dari tokoh masyarakat Sumatera Barat, tampak hadir Andrianof Chaniago, Irjenpol Boy Rafli Amar, Mayjen Purn Fuad Basya, Is Anwar Dt Rajo Perak, Firdaus HB, Alirman Sori, Burmalis Ilyas, dan Vokalis Govinda Band Ifan, serta Tokoh lainnya yang memberikan apresiasi pada film ini yang penuh dengan rasa gembira dalam menikmati film dalam bahasa minang tersebut.

Dalam hal ini, Arif Malinmudo selaku sutradara film menerangkan Film ini mengangkat kearifan budaya lokal masyarakat minangkabau yang begitu dekat dengan kaidah agama Islam, dalam Film bercerita menggunakan 100% mengenai Minangkabau dan 90% pemainnya rata-rata orang Minangkabau,” ujarnya saat pres conference sebelum gala premier, di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/4) malam

Arif juga memberikan ketakjuban yang luar biasa bagi pemeran anak-anak yang ikut dalam memerankan film ‘Surau dan Silek’ yang mana ia mengklaim bahwasanya mereka tidaklah dari para kalangan artis perfilman atau memang betul adanya pemain murni yang direkrut dari daerah tersebut yang tidak pernah mengikuti kursus akting sebelumnya

“Mereka berlima adalah asli pemain dari Minangkabau malahan terkadang mereka yang mengajari dan mengingatkan saya tentang budaya ini, semoga akan terlahir tokoh tokoh Minang seperti M. Hatta, Agus Salim, Tan Malaka, Buya Hamka, Sutan Syahrir, M.Yamin, Usmar Ismail, Chairil Anwar, dan lainlain. Ujar Arif yang juga Seorang Mahasiswa Pasca Sarjana Jurusan Penciptaan Film Isi Surakarta ini.

Film yang diproduksi oleh Mahakarya Pictures ini dibintangi oleh Dewi Irawan, Ahmad Tarmimi Siregar, Gilang Dirga, Komo Ricki, Praz Teguh, Yusril Katil dan 5 Orang Anak Cilik Minang diantaranya Razy, Bintang Khairafi, Randu, Bima, dan Fauquelin Barry.

Menurut salah seorang pemain Yusril Katil, silek (Silat) yang digunakan adalah Silek Tuo (Silat Tua) yang menekankan bahwa, “Lahia Silek mancari Kawan,
Bathin Silek Mancari Tuhan” artinya secara fisik silat itu bukan untuk cari musuh melainkan untuk meningkatkan silaturahmi dan rasa persaudaraan, serta secara bathin bukan bermaksud jahat ataupun negatif melainkan agar bisa mendekatkan diri dan bisa meningkatkan Spritual dengan Sang Pencipta, ujar Yusril yang juga Dosen Teater di Kampus Isi Padang Panjang ini.

Sementara itu, Emil Bias dari Mahakarya Pictures mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara tersebut. (Megy)

Acara gala premier yang digelar yang dihadiri dari tokoh masyarakat Sumatera Barat, tampak hadir Andrianof Chaniago, Irjenpol Boy Rafli Amar, Mayjen Purn Fuad Basya, Is Anwar Dt Rajo Perak, Firdaus HB, Alirman Sori, Burmalis Ilyas, dan Vokalis Govinda Band Ifan, serta Tokoh lainnya yang memberikan apresiasi pada film ini yang penuh dengan rasa gembira dalam menikmati film dalam bahasa minang tersebut.

 

Dalam hal ini, Arif Malinmudo selaku sutradara film menerangkan Film ini mengangkat kearifan budaya lokal masyarakat minangkabau yang begitu dekat dengan kaidah agama Islam, dalam Film bercerita menggunakan 100% mengenai Minangkabau dan 90% pemainnya rata-rata orang Minangkabau,” ujarnya saat pres conference sebelum gala premier, di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/4) malam

 

Arif juga memberikan ketakjuban yang luar biasa bagi pemeran anak-anak yang ikut dalam memerankan film ‘Surau dan Silek’ yang mana ia mengklaim bahwasanya mereka tidaklah dari para kalangan artis perfilman atau memang betul adanya pemain murni yang direkrut dari daerah tersebut yang tidak pernah mengikuti kursus akting sebelumnya

“Mereka berlima adalah asli pemain dari Minangkabau malahan terkadang mereka yang mengajari dan mengingatkan saya tentang budaya ini, semoga akan terlahir tokoh tokoh Minang seperti M. Hatta, Agus Salim, Tan Malaka, Buya Hamka, Sutan Syahrir, M.Yamin, Usmar Ismail, Chairil Anwar, dan lainlain. Ujar Arif yang juga Seorang Mahasiswa Pasca Sarjana Jurusan Penciptaan Film Isi Surakarta ini.

Film yang diproduksi oleh Mahakarya Pictures ini dibintangi oleh Dewi Irawan, Ahmad Tarmimi Siregar, Gilang Dirga, Komo Ricki, Praz Teguh, Yusril Katil dan 5 Orang Anak Cilik Minang diantaranya Razy, Bintang Khairafi, Randu, Bima, dan Fauquelin Barry.

Menurut salah seorang pemain Yusril Katil, silek (Silat) yang digunakan adalah Silek Tuo (Silat Tua) yang menekankan bahwa, “Lahia Silek mancari Kawan,
Bathin Silek Mancari Tuhan” artinya secara fisik silat itu bukan untuk cari musuh melainkan untuk meningkatkan silaturahmi dan rasa persaudaraan, serta secara bathin bukan bermaksud jahat ataupun negatif melainkan agar bisa mendekatkan diri dan bisa meningkatkan Spritual dengan Sang Pencipta, ujar Yusril yang juga Dosen Teater di Kampus Isi Padang Panjang ini.

Sementara itu, Emil Bias dari Mahakarya Pictures mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara tersebut. (Megy)