Kategori
Siraman Rohani

Existensi Zakat

 

Oleh : Patih Arwani

Berdasarkan fakta sejarah, masyarakat atau negara sebagaimana diantarkan oleh wahyu dengan predikatnya yang amat memuaskan ialah khoiro ummah ( wahyu diturunkan di Madinah ), bahwa telah berdiri umat yang tegak, aman, dan tenteram, sejahtera serta bahagia lagi makmur. Beserta alasan nyata dan wajar maupun penjelasan yang secara jujur dan rasional.menurut watak Islam. Dapat kiranya dibuktikan sampai dimanakah eksistensi dana wajib bayar zakat sebagai konsepsi Islam dalam membentuk , membangun, dan membina masyarakat dan negara.

Jadi, Islam dalam sistemnya wajib bayar zakat adalah sebagai konsep yang tidak mengorbankan individu atas kepentingan umat. Sebaliknya tidak mengorbankan umat atas kepentingan individu seorang muslim. Islam datang adalah demi mmenghapus pertenganhan kelas yang ada dalam kehidupan masyarakat, perbedaan warna kulit, dan membentuk serta memberikan jaminan, agar tetap adanya keseimbangan antara yang kaya dengan yang miskin. Dengan demikian, stabilitas ekonomi disegala bidang dan lapangan kerja, terjamin adanya.

Hukum zakat adalah wajib untuk ditunaikan. Jadi zakat harus dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak menerimanya. Zakat sebagai dana sosial untuk segala bidang, melingkupi kepentingan umat segalanya, dan zakat menegakan umat tanpa merugikan salah satu pihak,mereka yang menerima adalah ” fuqoro ” atau ” dhuafa” dengan begitu akan tercipta stabilitas masyarakat dalam.bernegara, lebiu singkatnya zakat dipungut dari para wajib bayar zakat, untuk membiayai segala keperluan umat, untuk perlatan segala keperluan hidup, untuk menolong kaum dhu’afa’ ( termasuk kaum buruh),fakir miskin, yatim piatu dan untuk yang mengalami kesukaran jadi zakat sangatlah penting dikeluatkan demi kemakmuran.

Jelaslah bahea zakat dalam islam untuk kemakmuran yang merata, bukan akumulasi kekayaan sehingga kemiskinan dapat diatasi dan sangat bertentangan dengan sistem kapitalis dan juga liberal karena dalam zakat ada aturan aturanya. Ketika kemiskinan dapat diatasi dengan zakat maka akan mbawa keuntungan dan.manfaat yang besar, sebab kefakiran itu mendekatkan pada kekufuran.

Selain bermanfaat buat penerima, zakat juga berdampak positif bagi yang membayar atau mengeluarkan zakat, menjauhkan dari sifat iri, dengki, rakus, tama’ yang ada pada diri manusia.

Yang berhak menerima zakat bukanlah perbuatan yang hina, tetapi mereka secara wajar adalah mengambil atau meminta hak nya sendiri yang ada pada pewajib zakat, pula bukan merupakan hutang budi, tetapi merupakan pengambilan bagian.kekayaan atau rizki diri sendiri dari AllAh yang telah mengamanatkan kepada para pewajib bayar zakat, karena itu zakat bukanlah suatu hadiah. Jadi kedua nya adalah tangan yang sama sama terhormat, seandainya para pewajib bayar zakat tidak menunaikan bayar zakatnya berarti mereka korupsi, berarti memakan hak fakir miskin,kaum buruh, dan memyabot uang atau material pembangunan umat (Islam). Atau mereka bisa jadi.penghianat terhadap sesama.(Patih A).