Kategori
All

DPN KERMAHUDATARA mengadakan Acara Festival Seni Budaya Suku-Suku Nusantara 2017

 

BusurNews.Com,Jakarta –  Dewan Pimpinan Nasional Kerukunan Masyarakat Hukum Adat Nusantata ( DPN KERMAHUDATARA) mengadakan
Acara Festival Seni Budaya Suku-Suku Nusantara 2017 untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-89 Tahun bertempat dii Anjungan Sumatera Utara TMII Jakarta, pada hari Sabtu (28/10).

Festival yang diadakan antara lain tari tradisional kreasi suku-suku Nusantara, Festival Group Vokal lagu-lagu pop daerah Nusantara dan Festival Musik Tradisional Suku-Suku Nusantara.

 

Adapun Acara Festival tarian di ikuti oleh 18 peserta lomba dan 2 group lomba musik.

Lelang Patung Garuda Pancasila, Jas tenun dari daerah Toba Sumatera Utara, Buku Batak karangan Dr.Ir.Bisuk Siahaan, Buku Pustaka Holing Adat Batak karangan Batik Uhum dan Patung Rumah Adat,turut memeriahkan suasana taman mini Indonesia indah.

Hadir pada acara ini antara lain Ratu Kokoda dari Papua, Bomer Pasaribu mantan Menaker(menteri tenaga kerja), dan Pengurus DPN KERMAHUDATARA dari berbagai daerah.

“Sumpah Pemuda ini mengandung nilai nilai kemerdekaan yang tertuang dalam Pancasila yang tercantum di Pembukaan UUD 1945, oleh karena itu kemerdekaan ini harus di isi dengan hal-hal yang positif seperti lomba-lomba yang telah dilaksanakan ini”,ujar Bomer Pasaribu.

Bomer menambahkan,bahwa negara kita akan menjadi negara terbesar ke-10 di dunia di tahun 2020 dan ke-5 terbesar di dunia di Tahun 2030, asal kita berjalan di rel yang lurus tidak berada pada lingkaran setan seperti ketimpangan kemiskinan , korupsi, ketidakadilan dan ketidakjujuran.

“Kegiatan acara ini harus terus di adakan bila perlu ke depan kita undang Prof. Matondang, Bpk. Cosmos Batu-Bara, Akbar Tanjung dan Tokoh-Tokoh Masyarakat Pemerhati seni dan budaya lainnya”, tutup Bomer.

Sementara itu Ketua Umum DHN Kermahudatara Bpk. Panggabean menambahkan, ” Kami akan terus berjuang untuk memberikan masukan kepada Bapak Presiden Jokowi untuk mengikutkan pemenang festival tari ini untuk ikut dalam memperingati hari Kemerdekaan RI tahun 2018 di Istana Negara dan juga memperbanyak nyanyian lagu daerah untuk di nyanyikan nantinya “.

“LSM (lembaga swadaya masyarakat),kami ini agar pemerintah mau memberikan bantuan baik materi maupun non materi mengingat LSM kami ini telah membuat program-program melestarikan seni dan budaya nusantara”, tutup Panggabean.((mos)