Kategori
News

Donald Trump: Pemimpin Arab Dan Islam Bersatu Hadapi Ekstrimis Dan Teroris

 

Oleh: Dhedi Rochaedi Razak

Busur News Com,Riyadh —  Presiden AS Donald Trump mendesak para pemimpin Arab dan Islam untuk bersatu dan mengalahkan ekstremis.
Ia meminta mereka mengusir teroris.

Pernyataan Trump sesuai dengan pandangan tuan rumah Arab Saudi dan mengirim pesan keras ke Teheran sehari setelah Hassan Rouhani memenangkan masa jabatan kedua sebagai presiden Iran.
Trump tidak menggunakan istilah tanda tangannya

“terorisme radikal Islam”

dalam pidatonya tersebut.
Ini sebuah tanda bahwa dia mendengarkan saran untuk menggunakan nada yang lebih moderat di wilayah Timur Tengah setelah menggunakan ungkapan tersebut berulang kali saat menjadi calon presiden dalam berbagai kampanyenya.
“Terorisme telah menyebar ke seluruh dunia.
Tapi jalan menuju perdamaian dimulai di sini, di tanah kuno ini, di tanah suci ini,”
ujar Trump dalam pidatonya di depan para pemimpin dari sekitar 50 negara berpenduduk mayoritas Muslim.
Masa depan yang lebih baik, kata Trump, hanya mungkin jika negara-negara anda mengusir teroris dan mengusir ekstremis.

“Keluarkan mereka!
*Keluarkan mereka dari tempat ibadah anda, usir mereka dari komunitas anda, usir mereka keluar dari tanah suci anda dan usir mereka keluar dari bumi ini*. ”

Pidato pertama Presiden AS di luar negeri memberi kesempatan untuk menunjukkan kekuatan dan tekadnya.

*Trump menggambarkan konflik dengan teroris tersebut sebagai pertempuran antara yang baik dan yang jahat, bukan di antara peradaban*.
*Washington akan bermitra dengan Timur Tengah namun mengharapkan tindakan yang lebih besar sebagai balasannya*.
GAZA —
Hamas mengecam pernyataan Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya di Arab Saudi, yang menghubungkan gerakan itu dengan aksi terorisme.
Menurut Hamas, pernyataan Trump dapat menunjukkan dukungan penuh AS terhadap Israel.

“Pernyataan yang menggambarkan Hamas sebagai kelompok teror telah dikecam dan merupakan bentuk distorsi kepada citra kami, serta menunjukkan dukungan yang jelas terhadap pendudukan Zionis,”
ujar juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum, Ahad (21/5).

Pidato tersebut sebagai konfirmasi bahwa Trump telah mengikuti kebijakan pemerintah AS sebelumnya.
Trump berpidato di hadapan pemimpin dari 55 negara Muslim di Riyadh, Arab Saudi dan mengatakan bahwa mereka harus menjadi pemimpin dalam memerangi radikalisasi.

“Korban sejati ISIS, Alqaidah, Hizbullah, Hamas, dan begitu banyak lainnya, harus dihitung tidak hanya dalam jumlah korban tewas.
Harus dihitung juga generasi yang lenyap,”
kata Trump, dikutip Aljazirah.
Hamas mengatakan, selama ini mereka bertempur untuk melawan pendudukan Israel, bukan Barat.
Gerakan tersebut mengumumkan keputusan politik baru awal bulan ini yang menerima pembentukan negara Palestina di sepanjang perbatasan 1967, tanpa mengakui negara bagian Israel, dan mengatakan bahwa konflik di Palestina bukanlah masalah agama.

Trump sedang melakukan tur luar negeri pertama, yang juga akan mengunjungi Israel dan wilayah Palestina.

Aktivis Palestina akan menyerukan protes saat Trump mengunjungi Tepi Barat pada Selasa (23/5).
Seruan unjuk rasa diajukan oleh sebuah kelompok yang menamakan dirinya Komite Kepemimpinan Nasional Tertinggi, yang mencakup berbagai faksi politik Palestina, termasuk gerakan Fatah.

Komite tersebut dibentuk untuk mendukung tahanan Palestina yang melakukan aksi mogok makan di penjara-penjara Israel.

*Dalam sebuah pernyataan, kelompok itu mengatakan faksi-faksi Palestina menegaskan penolakan mereka terhadap posisi Amerika, yang bias mendukung pendudukan Israel*.

(Rn).