Doa tidak diterima kecuali orang makan dari sumber yang halal.

 

Oleh: Dhedi Razak

Busurnews.com, JAKARTA —Doa tidak diterima kecuali orang makan dari sumber yang halal.

Terdapat sebuah hadits yang mengisyaratkan doa tidak diterima kecuali orang yang berdoa memakan makanan dari sumber yang halal.

Allah SWT juga memerintah para Rasululullah SAW dan umatnya memakan makanan yang baik dan halal kemudian mengerjakan amal saleh.

Perintah ini tertulis pada Surah Al-Mu’minuun ayat 51 yang artinya, “Wahai para Rasul makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal saleh.”

Abu Hurairah berkata Rasulullah bersabda:
Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah Ta’ala memerintahkan kepada kaum Mukminin seperti yang Dia perintahkan kepada para Rasul.

Maka Allah Ta’ala berfirman: Wahai para Rasul makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal shaleh
(surah al-Mu’minuun Ayat 51).

Kemudian Allah Ta’ala berfirman: Wahai orang-orang yang beriman makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu
(surat al-Baqarah ayat 172).

Kemudian Nabi Muhammad SAW menyebutkan orang yang lama bepergian, rambutnya kusut, berdebu dan menengadahkan kedua tangannya ke langit (untuk berdoa); Wahai Rabb-ku, wahai Rabb-ku. Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan diberi kecukupan dengan yang haram, bagaimana doanya akan terkabul?
(HR Muslim).

Mengutip Syarah Arba’in Nawawi, dalam hadis tersebut terdapat isyarat bahwa amal tidak diterima dan tidak berkembang kecuali dengan memakan makanan yang halal.
Makanan haram dapat merusak amal dan membuatnya tidak diterima.

(*

Agungkan Allah saat berdoa.

Kita dianjurkan untuk membacakan kalimat dalam doa yang mengagungkan Allah.
Ibnu Qayyim Al Jauziah, dalam kitabnya yang berjudul Terapi Hati menyebutkan, doa yang berisi nama-nama Allah yang agung, niscaya akan dikabulkan.
Di antara doa yang berisi nama Allah yang teragung tersebut adalah yang terdapat pada hadist yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, Nabi Muhammad pernah mendengar seorang laki-laki berdoa:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu, karena aku menyaksikan bahwa Engkau adalah Allah yang Maha Tunggal, tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tiada seorang pun yang setara dengan-Nya.”

Mendengar doa laki-laki itu, Nabi bersabda, “Ia telah memohon kepada Allah dengan nama-Nya. Bila seorang memohon dengan memakai nama tersebut, Allah akan memberi.
Kalau ia berdoa, Allah pasti mengabulkan (memberi ijabah).”

Kemudian, Nabi mengatakan kepada laki-laki tersebut, “Engkau telah meminta kepada Allah dengan nama-Nya yang agung.”

Selain itu, dalam Musnad Imam Ahmad bin Hanbal dan Shahih Muslim, diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Anas bin Malik, dan Rabiah bin Amir, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Pegang teguhlah dengan bacaan, ‘Ya Dza al Jalal Wa al Ikram.” Artinya yaitu, “Ya Allah yang memiliki keagungan dan kemuliaan.”

Makna hadist tersebut adalah agar kita bergantung kepada-Nya, berpegang keagungan sifat-Nya, dan terus-menerus membaca nama-namaNya.

Lainnya, dalam Jami’ karya Imam Tirmidzi disebutkan salah satu hadist yang menyebutkan ketika Rasul sedang risau atau menghadapi suatu persoalan, Rasulullah SAW mengangkat kepala ke langit. Ketika bersunguh-sungguh dalam berdoa, beliau mengucapkan, “Ya Hayyu ya Qayyum (Yang Maha Hidup dan berdiri sendiri).”

“Setiap Muslim yang berdoa dengan ungkapan itu kepada-Nya maka Allah akan mengabulkannya,” tulis Ibnu Qayyim.

Doa sebelum masuk pasar.

Dalam buku Kumpulan Doa Berdasarkan Alquran dan Sunah karya Sa’id Ali bin Wahf al-Qahthoni disebutkan, terdapat suatu doa sebelum masuk pasar yang bersumber dari hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Imam Al-Hakim.

Hadist tersebut berbunyi:

لا إِلَه إِلَّا اللَّه وَحْده لا شَرِيك لَهُ، لَهُ الْمُلْك وَلَهُ الْحَمْد، يُحْيِي وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيّ لا يَمُوت، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلّ شَيْء قَدِير

“La ilaha illallahu wahdahu la syarikalahu, lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyi wa yumitu wa huwa hayyun laa yamutu biyadihil-khairu wa huwa ala kulli syai-in qadiir,”.

Yang artinya:
“Tiada Tuhan selain Allah, Yang Mahaesa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan, bagiNya pujian. Dialah Yang Hidup, tidak akan mati. Di tanganNya kebaikan, Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Bacalah doa ini ketika memasuki pasar.
Semoga dengan membacanya, Allah memberikan kita petunjuk dan senantiasa menjaga kita dari segala macam penyakit yang dimungkinkan bersumber dari pasar.
Baik itu penyakit hati, batin, atau pun fisik.

 

@garsantara