Kategori
All

Diskusi Warga Dalam Membaca Peta Politik Pilwali 2018

 

BusurNews. Com, MALANG RAYA ,- Diskusi warga Kota Malang dalam membaca peta politik pilkada 2018 yang digelar di kampus II UMM Minggu malam (15/10),berlangsung cukup dinamis.

Lantaran diskusi tersebut dipenuhi dengan kaum muda kampus dan perwakilan dari organisasi mahasiswa ,IMM,HMI,PMII ,GMNI . Dihadiri oleh dua tokoh muda pendaftar bacalon walikota maupun wakil walikota Malang 2018.

 

Kedua tokoh muda itu adalah WES (Wahyu Eko setiawan) bacalon N1 yang mendaftar lewat DPC PDIP Kota Malang serta Haris Budi Kuncahyo ,bacalon N2 yang mendaftar melalui Partai Demokrat. Sayangnya tokoh tokoh politikus yang lain tidak bisa menghadiri forum diskusi tersebut.

Dalam ranah diskusi juga disentil dari kacamata politik,bahwa calon incumbent dianggap masih kuat, variasi dua partai yakni abang ijo (PDIP-PKB) dianggap bisa menjadi kekuatan lama yang perlu dijadikan pertimbangan bagi partai lainnya.Sekalipun seni politik bisa saja berubah sesuai sikonnya.

Untuk komunitas pemilih muda juga disampaikan oleh para pemateri . Potensi muda diharapkan mampu merubah politik suara yang real pabila pilihan tepat pada tokoh yang jelas visi misi nya pada dunia pendidikan. Mengingat Kota Malang sebagai kota pendidikan dengan jumlah 64 kampus dan sekitar 300 mahasiswa.Kaum muda intelektual kampus bukan sebagai pengamat yang pasif,namun harus turba ke basis massa ,jika ingin sebuah perubahan kearah yang lebih baik.

Diskusi itu juga menyinggung tentang rentannya transaksi politik, yang justru akan merusak pola pikir dan tatanan demokrasi langsung. Karena suara rakyat bisa diakumulatifkan dengan nilai nominal, begitu yang disampaikan oleh Wahyu Eko Setiawan.
Sementara Haris Budi Kuncahyo dengan tegas menyampaikan paparannya ,tentang betapa pentingnya prinsip dan nilai politik masyarakat jika dijalankan dengan fair dalam pemilihan kepala daerah mendatang.

Disinggung pula tentang munculnya kembali singa tua untuk tampil dipanggung politik. Seperti Anton,Sutiaji,Edi Jarwoko,Heri Puji Utami adalah nama nama yang pernah mewarnai politik pilkada sebelumnya.

Penggagas acara diskusi ,Edi Rudianto selaku admin grup Whatsapp Pilwali Kota Malang mengatakan

“Semoga forum diskusi ini bisa teragendakan sekaligus menciptakan ruang diskusi publik dibeberapa tempat ” ujar Edi dalam sambutan singkatnya.

Suasana diskusi jadi lebih berbobot dengan kehadiran Cokro mantan aktifis sekaligus mantan sekjen GMNI dan tokoh budayawan muda yang didaulat sebagai pemantik diskusi. Pengalamanya sebagai konsultan politik cukup piawai dalam melirik potensi audien untuk diberikan waktu bicara terbatas lima menitan.(Galih)