Dirut Perumda Pasar Jaya Zolimi Pedagang Eksisting

 

Busurnews.com, Jakarta —  Para pedagang eksisting di Perumda Pasar Jaya menuding Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin, menzolimi mereka menyusul adanya proyek pengadaan maupun pengepakan Bantuan Sosial Pemda DKI sebanyak 1,2 juta Sembako.

“Kami pikir dengan PSBB kiranya pihak direksi terketuk dengan anjloknya pendapatan kami,” ungkap seorang pedagang eksisting di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Bahkan, tudingan menzolimi ini, bukan hanya pada proyek pengepakan Sembako, tapi juga tetap berlakunya kewajiban retribusi 100 persen.

“Tidak ada toleransi, kendati kami sudah mengajukan permohonan penghapusan beban kewajiban retribusi dalam kurun waktu 4-6 bulan,” tuturnya mangkel.

Pedagang asal Sumatera Barat ini tidak mampu menahan emosinya. Dia mengungkapkan uneg-unegnya secara vulgar.

“Kami ini seakan bukan warga negara, lantaran Ojol, Taksi Online maupun UMKM diberi kelonggaran dalam pembayaran kredit. Kok kami, sampai saat ini, belum ada jawaban. Di mana hati nurani direksi, terutama Arief yang katanya religius,” tambahnya.

Padahal saat ini, Perumda Pasar Jaya mendapat proyek besar dalam pengadaan Sembako yang diberikan gratis kepada warga Jakarta.

“Kok, bukan kami yang dipanggil jadi tenaga kerjanya. Malah para pegawai Perumda Pasar Jaya. Benar-benar keterlaluan tuh si Arief,” timpal rekan lainnya dengan nada emosi.

Menurut dia, dengan kondisi PSBB saat ini, terlebih dengan “kampanye” di rumah saja, otomatis konsumen pasar sepi. Akibatnya, pendapatan pedagang menurun drastis, kisaran 69,7 persen.

Bahkan, kendati pedagang membuka toko dan lapak di pasar masing-masing, nyaris tidak ada yang membeli.

“Sungguh miris. Mereka maupun kami tidak dapat memberi nafkah keluarga,” ungkapnya tersendat-sendat.

Kedua pedagang ini sangat yakin, jika pengadaan Sembako diberikan kepada mereka, minimal bisa memberi angin segar Pasar Jaya peduli. “Ada semacam care,” tegas keduanya.

Apalagi, bila Sembako itu diambil dari para pedagang, sangat mengurangi beban mereka yang terdampak langsung dengan menyebarnya virus Covid 19.

Menurut mereka, proyek pengadaan paket sembako secara finansial punya nilai yang sangat fantasis. Cuma ya itu tadi, keuntungan hanya dinikmati pengelola Pasar Jaya.

“Kan bisa aja Direksi mengajak Pedagang Pasar untuk ikut disertakan sebagai mitra pengadaan paket sembako Bansos Pemprov DKI Jakarta sehingga secara langsung dan tidak langsung pedagang punya pendapatan dan keuntungan, sebagai efek nilai ekonominya pedagang dapat menafkahi keluarganya dan sekaligus dapat menyisihkan pendapatan untuk membayar retribusi,” tuturnya.

Seakan mwakili ribuan pedagang, mereka berharap anggota DPRD DKI Jakarta umumnya dapat memperjuangkan mereka agar tidak menjadi sapi perah Perumda Pasar Jaya.

“Terkhusus kami mohon kepada Bang Farazandy Din Syamsuddin. (Fraksi PAN) dab Bang Achmad Yani ( Fraksi PKS) mau turun tangan membantu kami dari keserakahan Direksi Pasar Jaya” ujarnya mengakhiri obrolan (timser)