Dinilai Lamban, Direktur Etos Kesal dan Angkat Bicara Terhadap PenangananDagang Buku Penjasorkes

 

Busurnews.com, Jakarta– Kasus dugaan tindak pidana penerbitan dan perdagangan Buku Penjasorkes untuk Kelas 6 (enam) SD, di SDN Pohkecik yang menangani pihak Polres Mojokerto belum juga menemukan titik terang.

Dugaan tindak pidana terkait penerbitan dan perdagangan Buku Penjasorkes untuk Kelas 6 SD merk New Fokus terbitan CV Dewi Pustaka ini dilaporkan oleh salah satu wali murid SDN Pohkecik bernama Hadi Purwanto, ST. ke Polres Mojokerto pada 22 Februari 2021 beberapa waktu yang lalu.

Hal tersebut mendapat perhatian dari Direktur Eksekutif Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah mengatakan laporan di Polres Mojokerto, Jatim yang terkesan diabaikan adalah contoh buruk dan terkesan menggiring opini yang tidak baik bagi citra kepolisian di mata masyarakat.

“Jujur, saya malu dengarnya, apalagi mas Hadi ini adalah kawan saya sama-sama aktivis dan beliau adalah orang yang konsen memperjuangkan hak-hak rakyat,” kata Iskandarsyah, saat ditemui di Jakarta, Rabu tadi (7/7/2021).

Iskandarsyah juga meminta, agar para pimpinan kepolisian memberikan perhatian terhadap kasus ini.

“Ini sama aja mengotori Presisi pak Kapolri, dimana penegakkan hukumnya? Dimana pengawasan pimpinan terhadap anggota-anggotanya,” ujar Iskandar.

Iskandar meminta agar Kapolda Jatim harus segera menindak tegas anggotanya yang tidak menjalankan amanah dari Presisi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Agar pak Kapolda Jatim, segera copot Kapolres Mojokerto dan jajarannya yang tidak becus menjalankan Presisinya, pak Kapolri yang memposisikan hukum setegak-tegaknya,” tutur Iskandar. (Dms)