Kategori
Daerah

DIDUGA AJB DIPALSUKAN,ORMAS BKMP GERUDUK KANTOR DESA PASIR MUNJUL TERKAIT DUGAAN KASUS PENYEROBOTAN TANAH

 

Busurnews.com, Purwakarta -Warga desa Pasir munjul kec.Sukatani kab.Purwakarta beserta ormas barisan keswadayaan masyarakat pasundan(BKMP) datangi kantor kepala desa pasir nunjuk pada Kamis (22/10/20)

Yang diduga telah menjual tanah yang melibat kan kepala desa HN. Seluas(6000 m) milik warga kp.Randiah Rt 12/04 yang bernama Manahati,Eeng,Bandi yang di wakili Hambali sebagai ahli waris tanah tersebut.

Warga merasa di rugikan ketika mereka berniat menjual tanah nya yang melibat kan pegawai desa.Ironisnya tanah seluas (6000m) tanpa sepengetahuan pemilik tanah ternyata sudah di AJB kan atas nama pembeli.

Bahkan pihak pembeli sudah memberikan uang muka atau Dp sebesar tiga belas juta tujuh ratus ribu rupiah 13.700.000,-numun pemilik tanah tidak pernah menerima sepeser pun jelas Hambali .

Dihari yang sama beberapa awak media meminta keterangan dari ketua ormas(BKMP) Mumuh mengatakan bahwa kedatangan kami kesini tidak lain halnya untuk silaturahmi yang kedua ada hal yang perlu di pertanyakan terkait dugaan penyerobotan tanah dan pemalsuaan akta jual beli(AJB)atau dokumen lain nya.Karena pemilik tanah tidak merasa di bawa ke notaris,tidak pernah bertemu sama pembeli dan tidak pernah menerima uang sepeserpun.tiba–tiba tanah tersebut sudah di AJB kan atas nama pembeli .ada apa,kok,bisa.

” Kami selaku sosial kontrol patut wajib mendampingi warga masyarakat yang merasa di rugikan bahkan ada dugaan keterlibatan kepala desa Hm,”Jelasnyà.

” .Dan setelah ketahuan rame begini ,sodara Hambali pemilik tanah di pinta uang sebesar tiga belas juta tujuh ratus ribu rupiah ,dengan alasan untuk balik nama Ajb,” ungkapnya.

Menurut saya tidak masuk akal makanya kami datang ke kantor kepala desa pasir munjul untuk minta kejelasan dari kepala desa'”ujarnya.

” 1Kepala desa Pasir munjul ketika hendak di konfirmasi sangat di sayangkan sampai berita ini di tulis tidak bisa untuk di konfirmasi,” pungkasnya.       (Dadang h).