Kategori
Artikel

DAYA HIDUP

 

Oleh: Dhedi Razak

Busurnews.com, JAKARTA –: DAYA HIDUP

Tanpa daya hidup semua sia sia dan mati.
Dari semua makhluk hidup, manusia adalah satu-satunya yang memiliki fitrah untuk terus belajar, berkembang, dan bertahan hidup sehingga akan terus berevolusi sampai akhir hayat.
Dengan daya hidup itulah, setiap orang bukan hanya bisa adaptif, melainkan juga justru menjadi trendsetter.
Lebih jauh, karena manusia adalah pembentuk dan pelaku organisasi, pada lingkup yang lebih luas, secara sederhana daya hidup inilah yang mengejewantah sebagai turbo utama dalam kapabilitas dinamis di segala lini.
Kapabilitas dinamis adalah teori manajemen yang relatif muda, digagas Teece, Pisano, dan Shuen pada 1997, yang kemudian dilanjutkan Eisendhart dan Martin pada 2000.
Perkembangan lingkungan ekonomi dan makro yang cepat dan sulit diramalkan selama satu dekade belakangan ini, membuat banyak perusahaan tergagap-gagap.
Bahkan, para ahli manajemen pun berusaha menggali dan mengembangkan pendekatan-pendekatan yang mampu menjawab kebutuhan perusahaan.
Di sinilah karakter kapabilitas dinamis berperan karena dipandang sebagai pendekatan yang lebih pas.
Kapabilitas dinamis diartikulasikan sebagai kemampuan untuk memiliki sumber daya stratejik, menjaga, menggunakan, serta menjalankan kegiatan-kegiatan stratejik perusahaan.

Menariknya, teori kapabilitas dinamis ini adalah filosofi bahwa kapabilitas itu bersifat internal.
Artinya, kapabilitas berasal dari dalam perusahaan itu sendiri yang diperoleh dari kebiasaan, kumpulan pengetahuan, dan sumber daya pengambilan keputusan.

Pada perusahaan-perusahaan dengan turbulensi relatif tinggi dengan lingkungan yang dinamis, kapabilitas dinamis sangat berperan besar dan mutlak ditumbuhkan.
Namun, kualitas kapabilitas dinamis tidak akan berdampak apabila kualitas sumber daya manusia (SDM) juga rendah.
SDM adalah satu-satunya komponen organisasi yang mampu belajar secara mandiri, yakni kemampuan belajar itu sendiri adalah salah satu jenis kapabilitas dinamis.
Sumber daya yang stratejik ini ditandai dengan empat kriteria, yaitu langka, berharga, sulit ditiru, dan sulit digantikan.
Kriteria inilah yang berfungsi sebagai pembeda dengan perusahaan lain atau para pesaing, sekaligus yang memudahkan pelanggan untuk memilih.
Kapabilitas dinamis dan keunggulan kompetitif Kapabilitas dinamis sejatinya bersifat dinamis, bergantung pada bidang industri.
Beberapa industri bergerak dengan evolusi lamban, beberapa bergerak signifikan.
Pada lingkungan pendidikan kapabilitas dinamis harus timbul sebagai sua tu kesadaran dan budaya organisasi terutama karena merupakan institusi dengan muatan pengetahuan tinggi. Institusi yang ingin jadi hebat harus memiliki orang-orang yang hebat.

Jika sudah punya orang-orang hebat, barulah organisasi merumuskan tujuan stratejik-nya.
Tujuan stratejik harus didukung SDM yang stratejik pula.
SDM yang stratejik bersifat langka, sulit ditiru, dan berharga.
Sebagai sekolah tinggi yang bertujuan menghasilkan lulusan yang bisa mengubah komunitas bisnis, tempat dia berada, kapabilitas dinamis menjadi motorik utama untuk mencapai visi besar secara keseluruhan, dan khususnya, dalam membentuk dan membimbing manusia untuk menjadi pemimpin melalui banyak aktivitas dan pengembangan inovasi.
Sebagai Sekolah Tinggi yang memiliki consulting firm, membuat merasa harus memacu diri dan membangun kemampuan mengantisipasi perubahan.
Sebagai consulting firm, kegiatan stratejik ini memberikan hasil berupa bahan ajar yang diolah menjadi kurikulum yang dapat meningkatkan kemampuan SDM dan menjadi pengetahuan.

Keunggulan kompetitif yang dimiliki ini merupakan nilai yang paling stratejik dan sangat signifikan.
Kepemimpinan dan kapabilitas dinamis
Dalam satu dekade terakhir, digital merupakan pemicu perubahan utama di industri dan menyebabkan transformasi berjalan dengan kecepatan tinggi.
Perusahaan Apple membutuhkan waktu sekurang-kurangnya lima tahun untuk mengubah industri musik.
Sementara itu, Uber dan AirBnB hanya perlu waktu kurang dari dua tahun untuk mengubah industri transportasi dan perhotelan.
Kecepatan adalah perhatian serius bagi perusahaan-perusahaan zaman now.
Menyadari bahwa model bisnis yang lebih tua tidak lagi berfungsi, tentunya para pemimpin membutuhkan kemampuan baru dan model bisnis baru.
Studi dari lembaga konsultan global Deloitte 2015 menunjukkan 90% perusahaan di Amerika Serikat merancang ulang organisasinya agar lebih dinamis, tim-sentris, dan terhubung.

Perubahan ini tidak hanya memerlukan model operasi baru, tetapi juga memiliki jenis kepemimpinan yang berbeda untuk memobilisasi dan menjalankan model ini.
Organisasi membutuhkan orang yang bisa memimpin tim dan bermitra dengan ekosistem yang lebih luas.
Tipe pemimpin baru ini harus mengerti bagaimana membangun dan memimpin tim.
Menjaga agar orang tetap terhubung dan terlibat aktif, mendorong budaya inovasi dan pembelajaran, serta mendorong perbaikan terus-menerus.
Salah satu hal yang dimiliki pemimpin yang sukses adalah bahwa mereka memiliki visi, dan mampu mengilhami orang lain untuk percaya pada penglihatan mereka.
Ini berarti bahwa pemimpin perlu menjadi pencerita hebat (storyteller) karena cerita membawa emosi yang membantu pemimpin terhubung dengan orang-orang lain dan memotivasi mereka.

Pemimpin yang memahami kapabilitas dinamis organisasinya, akan menularkan visi organisasi kepada segenap ‘awak kabin’, yakni formulanya ialah seirama.

Pada dasarnya, di era apa pun, seorang pemimpin yang baik diharapkan sukses walau menghadapi situasi dan kondisi yang penuh ketidakjelasan.

Memiliki karakter utama sebagai Sekolah Tinggi yang berbasis terapan, di samping memberikan pembelajaran yang bersifat teori.

Pertama, melalui consulting firm-nya, pembelajaran yang diperoleh di dunia nyata melalui interaksi dengan para klien diterapkan sebagai bahan ajar.

Kedua, bersifat consulting, yakni para pengajar juga seorang konsultan meskipun posisi dan peran tersebut tidak secara terstruktur.

Ketiga, kepastian.
Proses belajar mengajar harus menjadi sesuatu yang dilakukan secara nyata oleh mahasiswa dan pengajar.
Tidak ada kesiasiaan waktu dan tenaga karena keluhuran, kejujuran, adalah sebuah janji kepada mahasiswa dan kepada jati diri organisasi.

@drr