Dahulu kala jin-jin dapat naik ke langit untuk mendengar wahyu

 

 

Busurnews.com, JAKARTA. — Dahulu kala jin-jin dapat naik ke langit untuk mendengar wahyu.

Dahulu kala jin-jin dapat naik ke langit untuk mendengar wahyu atau mencuri berita dari langit.
Begitu jin mendengar suatu kata dari langit, lalu mereka tambah dengan sembilan kata lainnya.
Akan tetapi Allah SWT berkehendak, setelah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu Alquran, jin-jin tidak dapat mencuri dengar atau berita dari langit. Sebab langit dijaga ketat oleh para malaikat.

وَّاَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاۤءَ فَوَجَدْنٰهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيْدًا وَّشُهُبًاۖ

“Dan sesungguhnya kami (jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api.”
(QS Al-Jinn: 8)

“Setelah jin berbicara yang berkaitan dengan tidak adanya hari kebangkitan, jin yang telah sadar tersebut melanjutkan ucapannya. Sesungguhnya kami (jin) telah mencoba berusaha keras untuk mengetahui rahasia langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dari para malaikat dan panah-panah api menghalangi kami dan bagi siapapun yang mendekat.”

Pada ayat ini, Allah menambah lagi pernyataan jin ketika Dia mengutus Nabi Muhammad dan menurunkan Alquran kepadanya serta menjaga beliau dari jin-jin itu.
Langit ketika itu dijaga dengan ketat, dan panah-panah api disediakan di seluruh penjuru langit untuk mencegah jin-jin mendekatinya.
Karena jin bertujuan mencuri berita-berita yang dapat didengar, sebagaimana yang sering mereka lakukan.

Telah diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan Ath-Thabrani dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, dahulu jin-jin itu dapat naik ke langit untuk mendengar wahyu. Ketika mereka mendengar suatu kata lalu mereka tambah dengan sembilan kata lainnya. Ucapan (yang mereka dengar) adalah benar tetapi tambahan-tambahan mereka semuanya bohong.
Ketika Nabi Muhammad SAW diutus menjadi Rasul, mereka (jin) dilarang menduduki tempat-tempat tersebut (tempat mencuri berita dari langit).
Lalu mereka sampaikan larangan tersebut kepada Iblis.
Ketika itu bintang-bintang belum dipakai untuk memanah jin-jin itu.
Lalu iblis berkata kepada mereka (jin), “Larangan itu disebabkan suatu kejadian di muka Bumi.”
Lalu Iblis mengirim tentara-tentaranya untuk menyelidiki kejadian tersebut.
Mereka (tentara Iblis) menemukan Nabi Muhammad SAW yang sedang mengerjakan sholat di antara dua gunung di Makah.
Lalu mereka menemui Iblis dan menyampaikan penemuan mereka itu kepadanya.
Lalu Iblis berkata, “Inilah kejadian yang terjadi di permukaan Bumi.”
(Riwayat At-Tirmidzi dan Ath-Thabrani)

@garsantara