Kategori
Artikel

CINTA MEMANG TAK ADA HABISNYA.

 

BusurNews.”Com,Jakarta – CINTA MEMANG TAK ADA HABISNYA.

Cerita tentangnya tak pernah usang dikisahkan ulang.
Tema itu selalu bisa dihadirkan.

Bukan hanya itu,
Kisah lekat hidup manusia pun seolah melintas batas ruang dan waktu.
Di mana pun dan kapan pun, cerita itu selalu menjadi hal menarik.

Semacam kisah
Romeo dan Juliet,
Shah Jahan dan Arjumand Bann Begum,
Laila Majnun,
ataupun kisah percintaan lain.

Ternyata cerita cinta juga dipunyai khazanah Nusantara dengan kisah tentang PANJI.
Bahkan kisah ini telah menyebar ke Asia Tenggara dan Eropa.

Salah satu pertunjukan yang khas dengan cerita Panji ialah pertunjukan wayang topeng Malang.
Pertunjukan itu hampir mirip dengan konsep wayang orang.

Bedanya,
Dalam wayang topeng, semua pemain memakai topeng.
Seni pertunjukan itu dimainkan manusia, tapi tidak memperlihatkan wajah asli sang pemain.
Sesuai dengan namanya,
Para pemain dalam pertunjukan ini menggunakan topeng sebagai penutup muka.

Wayang topeng Malang punya kekhasan tersendiri.
Salah satunya ialah pahatan karakter wajah seseorang pada kayu yang tampak lebih nyata.
Selain itu,
Warnanya lebih beragam dan mencolok jika dibandingkan dengan topeng dari daerah lainnya.

Warna-warna tersebut mempunyai makna masing-masing.
Warna merah melambangkan karakter pemberani.
Warna kuning melambangkan kesena­ngan atau sifat ceria.
Warna hijau melambangkan kesuburan atau kedamaian.
Warna biru atau hitam melambangkan sifat bijaksana.

 

PANJI ASMORO

Topeng Malang mempunyai 76 karakter tokoh yang dibagi menjadi empat kelompok, yakni
Panji,
tokoh antagonis,
abdi atau pembantu,
dan binatang.

 

Empat kelompok tersebut juga menjadi simbol manusia.
Dalam diri manusia terdapat empat sifat yang direpresentasikan dalam lakon-lakon tersebut.
Sekian banyak karakter tokoh, tidak semua bermain dalam satu panggung bersama-sama.

PANJI ASMORO Bangun merupakan tokoh protagonis yang mengatur naik turunnya konflik dalam suatu cerita yang dibawakan.
Warna hijau pada wajahnya melambangkan kebaikan hati.
Mata berbentuk bulir padi melambangkan sifat jujur, sabar, gesit, dan perwira.
Bibir sedikit terbuka mengartikan kelembutan dan keluhuran budi.
Alis Panji berbentuk nanggal sepisan, berhidung mancung, dan juga terdapat kumis.

 

Tokoh utama wanita,
DEWI SEKARTAJI,
Mempunyai gambaran persis seperti Panji Asmoro Bangun yakni alisnya nanggal sepisan, berhidung mancung dan memiliki hiasan cula.
Wajahnya berwarna putih menunjukkan bahwa ia seorang yang suci, lembut, dan baik hati.

 

Karakter sahabat Panji yakni
GUNUNG SARI digambarkan dengan mata sipit dan berkumis panjang.
Warna wajahnya sama seperti Dewi Sekartaji yaitu putih.
Dewi Ragil Kuning, adik Panji, bersifat aktif.
Warna wajahnya yang kuning melambangkan kesenangan.

KLANA SEWANDANA.
Klana merupakan tokoh antagonis yang merupakan musuh dari Raden Panji.
Klana digambarkan sebagai sosok yang memiliki mata besar atau mata kedhelen, hidungnya berbentuk pagotan, mulutnya berbentuk jambe sinegar setangkep, jamang yang serupa melati ronce, serta jenggotnya yang brewok.

Tokoh ini memiliki wajah berwarna merah yang memberi arti bahwa ia seorang pemarah dan pemberani.

BAPANG memiliki warna wajah yang merah, hidung panjang, dan matanya yang besar.
Warna wajah sahabat Klana Sewandana ini melambangkan sifat pemarah dan pemberani.

 

Merunut cerita sejarah,
TARIAN TOPENG MALANG dulunya merupakan sarana yang diadakan pada acara keagamaan pada zaman Majapahit.

Bahkan menurut penuturan Empu Topeng Malang,
Raja Majapahit Hayam Wuruk pun menari topeng.
Setelah Majapahit runtuh, topeng lalu menyebar ke Malang.
Hingga saat ini,
Seni pertunjukan wayang topeng pun menjadi ditetapkan sebagai tarian khas Malang.

Cerita Panji dimulai di abad ke-13 atau pada masa awal Kerajaan Majapahit.
Panji merupakan kisah tradisional Jawa Timur yang berasal dari abad ke-13 yang kemudian menyebar ke beberapa wilayah dan negara lain.

Sejalan dengan berkembangnya Kerajaan Majapahit pada abad ke-14 dan ke-15, Panji juga ikut tumbuh sehingga menyeberang ke Bali, Lombok, Kalimantan, dan ikut dibawa ke Malaysia, Kamboja, Vietnam, dan Thailand.

(Rn)