Budaya Kerja Terbarukan : Millenials Pintar, Millenials Maju

Sistem agraria terbarukan akan menjadi tren berkembang dalam masyarakat modern, hal ini didukung oleh banyak aspek dan semakin dibutuhkannya ruang ruang hijau untuk lebih memberikan dampak positif terhadap kesehatan fisik dan mental individu, keseimbangan antara ketersediaan lahan hijau dan kemajuan teknologi adalah hal mutlak. Ketahanan pangan juga bisa jadi hal yang seharusnya kita pikirkan, bayangkan bila semua lahan akan menjadi gedung bertingkat dan semua orang malas untuk bergerak karena terlena dengan segala kemudahan yang ada, bisakah kita bertahan hidup dengan kondisi seperti hal yang dibayangkan?

Oleh Zuliana

Membangun mindset pemimpin sesungguhnya bukan hanya yang terlihat namun apa yang dikerjakan adalah aksi nyata yang dilakukan untuk serta merta membangun. Dalam lingkup sosial jiwa kepemimpinan yang terkait dengan mental atau kematangan jiwa yang sehat memang paling dibutuhkan, bagaimana tidak, di era yang terus bergerak dan terus mengalami perubahan yang sangat cepat, bisa jadi banyak individu yang tertinggal, bila tidak terus bergerak dan mengolah pikiran untuk lebih maju, bisa jadi menjadi pribadi yang kolot tanpa pikir panjang, juga tanpa ada goal untuk mendapatkan hal yang berarti di kemudian hari.

Kemajuan teknologi merupakan hal signifikan yang terlihat jelas, tanpa diiringi oleh kematangan jiwa untuk berpikir jernih untuk mencapai visi, semua akan menjadi sebuah angan angan. Begitu pula dengan kemajuan teknologi di desa, Belajar banyak hal yang ditimbulkan dari pandemi yang sedang berlangsung dan mengantisipasi hal yang terjadi dari pulau Dewata, yang pernah sangat amat menggantungkan ke dalam sektor pariwisata dan menjadi sektor yang paling terdampak dari pandemi. Namun kini, ekonomi kreatif adalah satu satunya jalan yang harus dan wajib dipelajari dan diterapkan dalam pendidikan desa maupun perkotaan, pergeseran nilai dalam pendidikan kreatif dan adat yang berlaku mau tak mau harus berganti, kesetaraan pendidikan yang diusung bukan tanpa sebab, globalisasi dan ekonomi digital yang terpaksa dan dipaksa masuk saat pandemi membuat semua pendidikan menjadi setara. Gaya pendidiksistem integrasi dan teknologi yang seiring waktu digalakan akan mengubah gaya hidup dan budaya yang terus menerus bergantung dari sektor pariwisata, kemajuan teknologi bisa saja dimanfaatkan untuk bekal dikemudian hari.

Hal yang paling menarik dan akan menjadi transisi dan penggunaan teknologi untuk industri agraria, sistem bercocok tanam atau pertanian yang semakin maju dan berkembang dengan menyatukan teknologi untuk menjadikan energi terbarukan semakin diminati oleh masyarakat modern, bisa jadi hal ini diadopsi dari sistem yang diterapkan dari visi negeri Prancis yang mengharapkan sebagian dari penduduk menerapkan sistem perekonomian hijau dan pertanian 2030. Kesadaran akan lingkungan yang lebih sehat dan juga modern, sistem integrasi pertanian bisa menjadi sebuah tren baru dalam masyarakat dan profesi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi Indonesia memiliki geografis yang sangat mendukung, sistem pertanian modern sangat cocok diterapkan di negeri agraris ini.

 

Ilmu pengetahuan adalah hal yang mutlak yang harus diajarkan dalam dunia pendidikan mulai dari bangku sekolah, investasi dalam dunia pendidikan bisa jadi bekal dalam mencetak individu individu yang sadar akan tren yang berkembang dan mencetak para pemimpin terbaik. Sistem agraria terbarukan akan menjadi tren berkembang dalam masyarakat modern, hal ini didukung oleh banyak aspek dan semakin dibutuhkannya ruang ruang hijau untuk lebih memberikan dampak positif terhadap kesehatan fisik dan mental individu, keseimbangan antara ketersediaan lahan hijau dan kemajuan teknologi adalah hal mutlak. Ketahanan pangan juga bisa jadi hal yang seharusnya kita pikirkan, bayangkan bila semua lahan akan menjadi gedung bertingkat dan semua orang malas untuk bergerak karena terlena dengan segala kemudahan yang ada, bisakah kita bertahan hidup dengan kondisi seperti hal yang dibayangkan?

Kemajuan teknologi bukan saja dapat dimanfaatkan atau membuat sesuatu menjadi hedonis, namun hal ini bisa juga mengembangkan dan memodernisasi sebuah gaya hidup, profesi, dan kebudayaan yang seharusnya dapat kita jaga bersama. Sistem desa yang dianggap kuno dan tertinggal akan lebih terarah dengan masuknya teknologi ke desa serta transisi industri 4.0, teknologi bukan untuk mengubah gaya hidup penduduk desa menjadi ke ‘kota-kota’ an, namun kemajuan ini dapat dimanfaatkan sebagai acuan untuk mempermudah dengan sentuhan pendidikan ‘pertanian pintar’. Bukan suatu yang tidak mungkin bila para petani pintar yang berasal dari desa untuk lebih memajukan lingkungan dan tetap membudi dayakan kebudayaan agraria di wilayahnya, mengantisipasi meningkatnya orang kaya baru didukung oleh selalu tersedianya hal yang baru sulit untuk dimengerti, perubahan-perubahan dasar saat semua yang kita mau didapat dengan mudah, kartu kredit tanpa syarat, belanja tanpa uang tunai berdampak dengan menggunungnya sampah elektronik yang mencemari air dan tanah, dan berakhir merusak ekosistem dan kesehatan manusia, kini bukan lagi generasi pemimpi yang kami harapkan, namun jiwa jiwa kepemimpinan yang mau membangun dengan hasil kerja yang nyata.

Sumber :

  • Kementrian Pertanian Republik Indonesia
  • Kata Pak Tani
  • France Green New Deal Vision