Benarkah Sandiaga Uno Akan Lepas Saham Miras Milik Pemda DKI

 Hal ini dikatakan Sandi karena ia merasa tidak ada faedahnya dan tidak memberikan pengaruh positif bagi keseluruhan warga  DKI Jakarta.

Mungkin Sandiaga Uno masih terlalu naif untuk berpendapat. Saham miras yang dimiliki oleh pemprov sejak tahun 1970 (artinya sudah 40 tahun lebih) sebesar 25% menjadi salah satu pemasukan yang cukup besar.

Kita tentu tahu bagaimana besarnya perputaran uang di sana, karena banyaknya regulasi yang membuat pemprov diuntungkan dengan keberadaan saham tersebut.

Melihat dari fakta keberadaan saham yang sudah ada sejak 1970, Pak Basuki Tjahaja Purnama pun enggan untuk melepaskan saham tersebut. Perlu kajian yang mendalam dan perlu hitung-hitungan yang harus dikerjakan. Maka tidak heran jika sampai saat ini saham miras tersebut belum dilepas.

Lagipula sejak tahun 1970, DKI tidak pernah meningkatkan jumlah saham PT Delta Djakarta Tbk. Bukan hanya itu, DKI juga tidak pernah memberi penyertaan modal pemerintah (PMP) kepada perusahaan distribusi Anker Bir, Carlsberg, San Miguel, dan Stout tersebut. Basuki pun tak berminat sama sekali untuk menjual saham tersebut.

Ini statement Sandiaga Uno mengenai keenggananya untuk mempertahankan saham miras yang dimiliki oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Banyak banget yang berminat karena perusahaannya untung dan bagus, tapi nggak cocok dimiliki oleh Pemprov. Karena itu bukan hajat hidup orang banyak,” – Sandiaga Uno

Lantas jika pada akhirnya saham tersebut harus dilepas, kemanakah uang tersebut bergulir? Jika saham tersebut dilepas, apakah hajat hidup orang banyak jadi terpenuhi? Atau malah menguntungkan hajat hidup para penguasa dan pengusaha yang mendapatkan cipratan becek dari saham bir tersebut?

Saat kampanye, pasangan Anies-Sandi mengatakan, yang terpenting adalah keterbukaan (transparan). Lalu, siapakah calon yang sudah siap untuk membeli saham tersebut? Sementara, menjual kepemilikan saham DKI tersebut tidak pernah digembar-gemborkan dalam masa kampanye.

Rencana melepas saham yang dimiliki pemda DKI sejak tahun 1970 ini terkesan mendadak. Ada apa gerangan? Siapakah calon pembelinya? Sandiaga harus berani menyampaikan calon pembeli saham tersebut kepada publik.

Sandiaga mengaku telah meminta Anies Baswedan untuk mendukung janjinya tersebut.

“Karena itu janji sudah saya sampaikan jauh-jauh hari. Mungkin antara Maret-Juni 2016. Lebih dari satu tahun yang lalu. Keluarga juga ingat janji itu,” kata Sandiaga di Rawamangun, Jakarta, Minggu (23/4/2017).

Bagaimana mungkin Sandiaga bisa mengatakan itu janji kampanye Maret-Juni 2016? Sementara deklarasi pasangan cagub-cawagub Anies-Sandi baru dilakukan pada 23 September 2016.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengucapkan selamat kepada pasangan Anies-Sandi yang unggul dari pasangan Ahok-Djarot dalam hasil hitungan cepat pilkada DKI Jakarta, 19 April 2017.

Dalam sambutannya, Prabowo sempat mengingatkan awal keberhasilan Anies-Sandi dimulai dari kediamannya.

“23 September 2016 dimulai di tempat ini dan hari ini di sini pula. Kami mengucapkan selamat kepada Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Ini kemenangan seluruh rakyat Jakarta, kemenangan demokrasi, dan tentu tidak lepas dari dukungan tokoh nasional,” kata dia.(Riena,Odi).