Kategori
Artikel

Batam dan Pulau BARELANG khusus dibangun pemerintah pusat menjadi daerah industri teknologi tinggi untuk bersaing dengan Singapura.

 

Oleh: Dhedi Rochaedi Razak

BusurNews.Com,Jakarta – Batam dan Pulau-Pulau Rempang, Galang, dan Galang Baru (BARELANG) ialah beberapa pulau yang khusus dibangun pemerintah pusat untuk menjadi daerah industri teknologi tinggi untuk bersaing dengan Singapura.

Untuk itu,
Tata Ruang Pulau Batam ditetapkan dengan peraturan presiden, bukan oleh gubernur atau wali kota.

Pemerintah pusat selama 80-an dan 90-an telah membangun infrastruktur jalan, pelabuhan laut, pelabuhan udara, RS, serta perkantoran.

Luas wilayah Batam 45 ribu hectare, tetapi sebagian dipakai untuk pembangunan tujuh waduk guna menampung air hujan karena Batam tidak memiliki sumber air.

Semua aset yang dibangun pemerintah pusat merupakan barang milik negara (BMN).

 

MASALAH UTAMA YANG MENGHAMBAT INVESTASI,
a) Proses perizinan kurang mendukung investasi karena lama,

b) Tata kelola pengalokasian lahan karut-marut,

c) Lahan banyak dikuasai spekulan (sepertiga) dan tidak dibangun sehingga investor yang serius sulit mendapatkan lahan langsung dari BP Batam.

Selain itu,
d) Proses perizinan di pelabuhan lambat dan kapasitas sarana bongkar muat pelabuhan terbatas, mental karyawan yang terlibat rawan KKN, sehingga biaya handling sangat tinggi dan biaya pengiriman dari Batam ke negara tujuan lebih mahal jika dibandingkan dengan Singapura,

e) Iklim ketenagakerjaan kurang kondusif untuk investor, banyak demonstrasi, buruh menuntut upah terus naik,

f) Investor besar dan berkualitas menunggu perubahan citra KPBPB Batam.

 

Mengingat permasalahan tersebut, dalam rangka menjadikan Batam kembali menarik bagi investor, perlu ada segera perombakan perizinan usaha, perizinan lahan, pelayanan pelabuhan laut/udara, dan RS.

 

STRATEGI DALAM UPAYA MEMBANGUN KEMBALI BATAM, YAKNI STRATEGI JANGKA PENDEK,
📍 pertama mengembalikan Batam sebagai kawasan investasi bersaing di kawasan ASEAN.

 

Kedua, menghilangkan semua hambatan investasi, membangun SDM inovatif dan kreatif.

 

Strategi jangka panjang, sebagai poin ketiga, ialah Batam mampu bersaing dengan kawasan sejenis di Asia Pasifik.

Keempat, menarik investasi industri hijau dan inovatif, mewujudkan kawasan pariwisata maritim dan wisata alam, basis logistik kawasan, dan pusat keuangan.

 

PROGRAM YANG DILAKSANAKAN,
pertama, perizinan usaha.

Sejak September 2016 dilaksanakan pemberian perizinan usaha dalam 3 jam (izin investasi 3 jam/I23J), jauh sebelum keluarnya Perpres No 91/2017.

Kedua, perizinan lahan sejak Oktober 2016 dilaksanakan dengan proses perizinan satu pintu, sistem online.

Semua dokumen ditata per penerima alokasi, dibuat digitize, serta dilengkapi sistem informasi dengan pemotretan udara setiap lahan yang dialokasikan.

Ketiga, pelayanan pelabuhan laut sejak November 2016 dilaksanakan dengan sistem host-to-host secara online.

Intinya, perbaikan sistem pelayanan perizinan dibuat cepat, mudah, murah, dan pasti karena bisa diproses langsung konsumen dan pembayaran langsung ke bank.
Sambil berjalan dilakukan penyempurnaan dan peningkatan keterampilan SDM.

(Rn)