Kategori
opini publik

Baru Di Era Jokowi /Jk Desa Mampu Membangun 66.000 KM Jalan Desa

 

Oleh ; Dr. Dhedi Rochaedi Razak, S.HI, M.Si

Busur News Com,Jakarta – Baru di era Jokowi/JK desa mampu membangun 66.000 kilometer (Km) jalan desa.

Selain itu, desa di Tanah Air keseluruhan mampu membangun 5.000 Km jembatan dan 38.000 unit penahan longsor.
Selain itu, desa juga membangun 16.000 saluran air bersih.
Ini belum pernah ada dalam sejarah republik ini.

*Suksesnya pembangunan tak lepas dari besarnya dana desa yang dialokasikan pemerintah Jokowi untuk membangun desa*.

Pada 2015, pemerintah mengalokasikan Rp 20,8 triliun.

Angka ini terus naik di 2016 menjadi Rp Rp 46 triliun dan

naik lagi jadi Rp 60 triliun di 2017.

Tahun depan (2018), ini naik lagi jadi Rp 120 triliun.

*Selain ini, Indonesia tercatat juga mencetak sejumlah sejarah baru sepanjang kepemimpinan Jokowi-JK. Apa saja*?

*Kapal raksasa pertama kali singgah di Tanjung Priok*

Jakarta International Container Terminal (JICT) mencetak sejarah baru di 2017 ini.
Pelabuhan peti kemas ini tercatat sukses melayani kapal petikemas terbesar di Indonesia yaitu CMA-CGM Otello.
Kapal ini milik perusahaan pelayaran Prancis, Compagnie Maritime d’Affretement-Compagnie Generali Maritime (CMA-CGM).

Kapal-kapal CMA-CGM ini dilayani dengan kecepatan dan produktivitas yang sangat handal.
Mereka yang terbesar sepanjang sejarah Priok berdiri.
Sebelumnya, 2 kapal berukuran besar lainnya yakni CMA-CGM Titus dan Tancredi juga sukses dilayani dengan produktivitas pelabuhan yang prima di JICT, yakni 27-30 Mph
(gerakan per jam).

kunjungan kapal terbesar itu menandakan era baru kapal-kapal yang akan singgah di Priok.

*Sejarah baru tersebut menandakan kesiapan JICT dalam menyediakan layanan pelabuhan kelas dunia*.

*Tax Amnesty buat IHSG cetak rekor*

Pasar modal Indonesia baru saja mengalami momen bersejarah yakni kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai tertinggi sepanjang masa yang menembus Rp 6.012 triliun.
Laju Indeks Harga Saham gabungan (IHSG), pekan lalu juga ditutup pada level tertinggi sepanjang berdirinya BEI di 5.540,43 poin.

Salah satu faktor pendorong IHSG mencetak sejarah adalah program Tax Amnesty atau pengampunan pajak pemerintah.

*Di mana, dana repatriasi yang selama ini parkir di perbankan mulai bergerak ke pasar modal*.

*Luncurkan 11 mata uang baru serentak*

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengungkapkan peluncuran 11 mata uang baru secara serentak menjadi yang pertama sejak Indonesia merdeka.

*Diharapkan melalui desain baru ini, kecintaan masyarakat terhadap Rupiah semakin meningkat*.

*Tak impor beras sepanjang tahun 2016*.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian untuk tidak melakukan impor beras tahun ini.

*Hal ini jadi sejarah baru Indonesia*.
*Stok beras jelang Ramadan cetak sejarah*

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman membanggakan stok pangan dalam kategori cukup dalam menyambut Lebaran mendatang.

*Bahkan, stok yang ada belum pernah terjadi di Indonesia sebelumnya*.

Stok beras Tanah Air saat ini mencapai 1,9 juta ton atau cukup untuk 8 bulan ke depan.
Menteri Amran menjamin harga beras akan stabil di Lebaran mendatang.

*Didatangi 1 juta wisatawan asing dalam sebulan*

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 1,03 juta kunjungan atau naik 17,68 persen di Juli 2016.
Secara kumulatif (Januari-Juli) 2016, jumlah turis menembus 6,32 juta kunjungan atau naik 7,64 persen dibandingkan periode sama tahun lalu 5,88 juta kunjungan.

*Ini merupakan sejarah baru buat Indonesia karena pertama kalinya melewati barrier 1 juta kunjungan wisman*.

Jadi kita bisa mencetak 1 juta kunjungan turis dalam sebulan, tertinggi dibanding bulan lainnya,”.

“Berkat kampanye yang intensif di berbagai negara, atraksi di destinasi wisata.
Australia kan lagi musim dingin, warganya pada ke Indonesia cari yang panas.
Sedangkan turis dari Arab Saudi memilih berlibur di Indonesia karena cuaca di sana terlalu panas sekali, selain karena warga Arab lari ke Indonesia lantaran ada fobia Islam di Arab dan Eropa,”.
*Kumpulkan pajak lebih dari Rp 1.000 triliun di 2015*

Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak per 25 Desember 2015 tembus Rp 1.000 triliun atau 77,28 persen dari target pajak 2015 Rp 1.294 triliun.
*Tax Amensty tersukses di dunia*
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ken Dwijugiastaedi mendapat penghargaan dari dunia perpajakan internasional.

*Penghargaan ini didapat lantaran pencapaian program Tax Amnesty terbaik di dunia*.

*Dalam dua tahun terakhir, penerimaan pajak merupakan yang terbaik dalam 10 tahun terakhir*.

(Riena)