Banyak sisi positif yang bisa didapatkan dari PERMAINAN TRADISIONAL Indonesia, antara lain:

 

Oleh: Dhedi Rochaedi Razak

BusurNews.Com,Jakarta – Bahwa banyak sisi positif yang bisa didapatkan dari PERMAINAN TRADISIONAL Indonesia, antara lain:

(1) pemanfaatan bahan-bahan permainan yang berasal dari alam dan

(2) memiliki hubungan yang erat dalam melahirkan penghayatan terhadap kenyataan hidup manusia.

 

Salah satu cara melestarikan permainan tradisional ialah melalui pendidikan.
Kurikulum pendidikan nasional seyogianya memadukan unsur-unsur tradisional berbagai daerah di Indonesia, seperti adanya kolaborasi silabus mata pelajaran dengan permainan tradisional.

Sebagai contoh,
Pada Pelajaran OLAHRAGA kebanyakan siswa senang dengan permainan futsal, bola kaki, atau badminton.

Padahal, guru juga bisa sesekali mengolaborasi atau mengganti jenis olahraga itu dengan permainan tradisional yang tidak kalah menariknya, seperti engklek dan pecah piring.

Dengan begitu, permainan tradisional tidak akan luntur dan tetap diminati anak-anak.
Permainan tradisional juga memberikan banyak manfaat membentuk karakter anak terutama di bidang pendidikan.

Peranan Permainan Tradisional dalam Pendidikan bahwa permainan tradisional dapat meningkatkan berbagai aspek perkembangan anak, antara lain
­čôŹ (1) aspek motorik yang dapat melatih daya tahan, daya lentur, sensori-motorik, motorik kasar, dan motorik halus;

(2) aspek kognitif yang dapat mengembangkan imajinasi, kreativitas, problem solving, strategi, antisipatif dan pemahaman kontekstual;

(3) aspek emosi mampu mengasah empati, pengendalian diri dan katarsis emosional; dan

(4) aspek bahasa dapat mengembangkan pemahaman konsep-konsep nilai.

 

Permainan tradisional meningkatkan gerak motorik anak yang mampu menstimulus pertumbuhan otot dan otak menjadi lebih baik.

Otot dan otak mampu bekerja seimbang sehingga dengan sendirinya mampu mendorong peningkatan kecerdasan anak dalam berpikir.

Selain itu, permainan tradisional mampu meningkatkan interaksi sosial yang berpengaruh pada kemampuan berkomunikasi anak, sikap saling menghargai, dan sportivitas melalui aturan-aturan yang ada dalam permainan sehingga anak mampu mengendalikan emosi dan sikap empati antarsesama.

 

Melalui permainan tradisional juga, anak belajar lebih mencintai alam dan meningkatkan nilai spiritual kepada Tuhan YME melalui sikap moral dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Alam memberi pelajaran berharga agar anak selalu mensyukuri segala anugerah yang diberikan Tuhan melalui kekayaan alam yang berlimpah.

Anak juga dituntut lebih kreatif dan imajinatif dalam memecahkan permasalahan sendiri dalam permainan.
Yang terjadi saat ini ialah permainan anak-anak sudah banyak beralih ke permainan elektronik yang modern seperti Playstation dan online game. Hal itu juga didukung penggunaan gadget yang semakin pesat.

Melalui sambungan internet, gadget memudahkan seseorang bereksplorasi secara bebas di dunia maya tanpa ada batasan.

 

Tanpa kita sadari,
Penggunaan Gadget yang tidak tepat memicu terjadinya tindakan kriminal yang bisa mengancam jiwa seseorang bahkan orang terdekatnya. Dengan gadget, orang dengan mudah mengunggah (upload) berbagai informasi pribadi yang seharusnya tidak diketahui khalayak ramai, seperti informasi pada kartu identitas, paspor, lokasi keberadaan, bahkan boarding pass pesawat.

Sebagai contoh:
Seseorang dengan bangga meng-upload informasi dari paspor yang baru dimiliki ke media sosial agar diketahui teman-temannya, atau seseorang dengan bangga meng-upload boarding pass kenaikan pesawat dengan tujuan ke negara tertentu.

Padahal tanpa kita sadari telah memancing tindakan kriminal.
Bayangkan jika bukti boarding pass atau paspor yang kita unggah ke media sosial di gunakan oknum tertentu untuk membajak pesawat yang kita tumpangi.

Informasi kartu identitas bisa juga disalahgunakan oknum tertentu untuk kepentingan yang tidak baik.

Karena itu,
CERMATLAH MENGGUNAKAN GADGET AGAR TERHINDAR TINDAKAN KRIMINAL.

Pada dasarnya,
Penggunaan gadget memberikan banyak manfaat.
Namun, di sisi lain gadget memberikan berbagai dampak negatif terhadap perkembangan anak, seperti menghambat perkembangan motorik anak, menimbulkan masalah perilaku dan kesehatan fisik, serta menghambat perkembangan bahasa dan sosial anak.

 

Oleh karena itu,
Pembentukan Karakter anak dapat dilakukan melalui permainan tradisional.

Untuk mengatasi lunturnya permainan tradisional di kalangan anak-anak pada zaman modern ini, perlu dilakukan upaya pelestarian permainan tradisional dengan cara mengintegrasikannya ke dalam kurikulum pembelajaran.

 

Namun,
Pengintegrasian itu harus sesuai dan tepat sasaran.

Memang diperlukan waktu agar anak-anak dapat memahami kembali pentingnya permainan tradisional.

(Rn)