Bagaimana membuat bumi kita menjadi kembali bermanfaat dan tidak rusak oleh faktor keserakahan

 

 

BusurNews.Com,Jakarta, 6 oktober 2017. Tema penyelamatan lingkungan hidup merupakan bagian dari salah satu faktor isu globalisasl yang menjadi fokus seluruh Negara di dunia ini. Bagaimana membuat bumi kita menjadi kembali bermanfaat dan tidak rusak oleh faktor keserakahan manusia ini sendiri.

Oleh karena itu pendiri kiranya Indonesia sebagai salah satu Negara dengan basis sumber daya alam terluas di dunia dapat ikut serta dalam perannya menyelamatkan bumi dari kerusakan. Seharusnya teknologi diciptakan untuk menjaga bumi ini dan teknologi juga yang seharusnya bisa merevalitasi kerusakan yang terjadi.

Oleh karena kami melihat bahwa budaya budaya kearifan lokal sengaia diciptakan oleh leluhur kita adalah dengan tujuan untuk menjaga bumi ini dari segala kerusakan dan tindakan eksploitasi yang berlebihan oleh tangan manusia. Maka dari itu Focus Group Discussuon(FGD) dan Pra Konferensi Internasional melakukan penyelamatan kearifan lokal untuk pemanfaatan Asset SDA Nusantara dan Kerukunan nasional yang berkerjasama dengan Jurnal Wicksana dari media Istana dengan PAK-HAM Papua.

Diskusi ini menghadirkan para pembicara ; Aat Surya Syafaat (wartawan senior), Ali Nasrullah (pemimpin umum JW), Marsudi (rumah kencana jokowi), Uten Sutendy (budayawan), Ir Rahman ( konsultan SDA& kehutanan UGM), Prof. Yislam Alwini (ketua komnas pilkada independen ) dan Matius Moerib ( Direktur PAK- HAM Papua).

Sebagai langkah awal dan peluncuran JURNAL WICAKSANA MEDIA ISTANA sebagai sebuah media yang berkonsentrasi untuk menjaga kerukunan nasional maka kami akan membuat FGD dengan tema Penyelamatan Kearifan Lokal Untuk Pemanfaatan Aset Sumber Daya Alam Nusantara sebagai Basis Kerukunan Nasional.

Acara ini akan kami buat dalam bentuk FGD. Diawali dengan pemaparan para narasumber kemudian diberikan studi kasus yang akan didiskusikan dikelompok kelompok kecil. Setelah satu iam setiap kelompok melakukan presentasi dan kemudian ada sesi tanya jawab dan diskusi. Setelah in) notulen akan merangkum apa apa saia hasil diskusi dari FGD dan kemudian disimpulkan dan diambil langkah kongretnya.

Dengan peserta 50 orang dan kami undang dari berbagai kalangan. Undangan kami sebar dikalangan pers, akademisi, aktifis penggiat sosial. pets. professional muda dan mahasiswa.

Beberapa hal materi yang akan dibahas oleh narasumber sebagai berikut:
1. Narasumber Direktur LKBN ANTARA akan memaparkan materi isu kearifan lokal dari kacamata globalisasi dan internasional.
2. Narasumber Pimpinan Umum Iurnal Wicaksana Media Istana memaparkan visi misi dalam menjaga kerukunan nasional.
3. Narasumber pimpinan Rumah Kencana Iokowi akan memaparkan kondisi terkini strategi pemerintah Indonesia dalam rangka menjaga budaya serta kearifan lokal.
4. Narasumber Ketua Adat Papua suku Dani akan memaparkan bagaimana menjaga kearifan lokal suku Dani di Papua
5. Narasumber Dewan Pakar 1W akan memaparkan bagaimana suku Badui sangat menjaga adat istiadat leluhur sehingga wilayah Badui aman dari bencana.
6. Narasumber Konsultan Kehutanan UGM akan memaparkan bagaimana peran teknologi dalam merevitalisasi hutan Indonesia untuk menjaga keberlangsungan paru paru dunia.Jakarta, 6 oktober 2017.( Bambang S)