Kategori
News

AUR HMI Cabang Kota Depok Di Depan Kantor Walikota Depok

 

Busur News Com,Depok -Aksi Unjuk Rasa dari Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Kota Depok sebanyak 15 orang pimpinan Mustaufik dan Patriot Muslim  di pintu gerbang Kantor Pemkot Depok Jl. Margonda Raya No. 54 Pancoran Mas Kota Depok dalam rangka Aksi Hari Pendidikan Nasional dengan melakukan aksi orasi dan gelar spanduk/Poster .pada (5/5/2017) pukul 10.00WIB.

Isi orasi yang disampaikan antara lain :
Heri Priadi (Gunadarma) :
Teman teman saat ini kita berada di tempat yang tepat untuk menyampaikan,

Aspirasi dan kita menuntut Pemerintah kota Depok masalah kualitas pendidikan yang dianggap tidak layak untuk itu kita sama sama mengingatkan kembali kepada Pemerintah Depok Perwakilan komisariat HMI Universitas Pancasila.

Coba kawan kita lihat, kita merasa malu karena Pendidikan di Kota Depok masih tertinggal jauh dengan kota-kota lain.

Sangat disayangkan karena kota Depok tidak terpilih sebagai kota yang pendidikannya berkualitas.

Kami di sini hanya bersuara kemana dana anggaran pendidikan kalian, jangan tidur hai Walikota dan Wakil Walikota.

Patriot Muslim :
Temen temen kita disini kita ditindas dan dibatasi suara kita dibungkam dan dijaga sama aparat pol PP dan Polisi emang kita ini Teroris untuk maju kawan-kawan jangan takut dengan polisi karena hanya polisi kolonial yang akan menakut-nakuti kita.

Carel :
Kawan kawan mari kita satukan langkah untuk itu maju satu langkah untuk revolusi
Banyak sekolah sekolah dasar di kota

Depok yang tidak memiliki Perpusatakaan padahal itu penting buat kemajuan pendidikan kita

Padahal Kota Depok yang religius tapi mutu pendidikannya masih rendah, ini menunjukkan rendahnya sistem pendidikan di kota Depok

Mustaufik (Ketua HMI Cab Depok) :
Hari ini kita turun ke jalan untuk meneriakkan keadilan kawan kawan karena Pemerintah kota Depok telah menghianati masyarakat kota Depok

Untuk itu kita menuntut agar Pemkot Depok memperhatikan aspirasi kita dan jika tidak maka kami akan membawa massa lebih besar selama pemkot Depok tidak mengakomodir tuntutan kita

Adapu tuntutan aspirasi yang disampaikan :

Brantas dan usut tuntas kasus penyelewengan dana BOS / pengadaan seragam / pengadaan sepatu di Kota Depok.

Pada Agustus 2016 Polda Jaya melimpahkan berkas kasus korupsi dana untuk pengadaan seragam dan sepatu Kejaksaan tinggi Jawa Barat berkas tersebut telah dinyatakan lengkap dalam kurung ( P21). Namun hingga kini publik belum mengetahui kelanjutan kasus tersebut.

HMI cabang Depok menuntut kepada Dinas Pendidikan Kota Depok untuk memberantas oknum/ koruptor pada bidang pendidikan di kota Depok. Di samping itu hari ini cabang Depok juga meminta kejelasan dari Polda Metro Jaya dan Kejaksaan tinggi Jawa Barat perihal kelanjutan kasus yang telah menyebabkan kerugian negara senilai 3,6 miliar.

Tingkatkan kualitas dan fasilitas pendidikan di Kota Depok.

Kualitas dan fasilitas pendidikan di Kota Depok yang kurang memadai menurut keterangan mantan kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Herry Pansila yang pernah dilansir oleh Tempo 52% sekolah belum memiliki perpustakaan-perpustakaan ini hanyalah satu contoh kualitas dan fasilitas di Kota Depok yang harus ditingkatkan

Tingkatkan kuota penerimaan siswa baru SMP dan SMA Negeri di Kota Depok.

Jumlah Sekolah Negeri di Kota Depok sangat minim dan tidak sebanding dengan jumlah siswa yang ada sehingga sangat banyak siswa yang melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.

HMI cabang Depok memandang bahwa negara dalam hal ini Pemprov Jawa Barat dan Pemkot Depok gagal hadir menyediakan kebutuhan pendidikan di kota Depok dan justru melakukan swastanisasi untuk lepas tangan.

Selama kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan tidak ada perwakilan yang diterima oleh pihak Pemkot.

(Riena)