Asmaul husna mempunyai sejumlah keutamaan dan manfaat

 

Oleh:  Dhedi Razak

Busurnews.com, JAKARTA — Asmaul husna mempunyai sejumlah keutamaan dan manfaat

Asmaul Husna atau nama-nama mulia Allah SWT memiliki banyak rahasia dan keutamaan bagi siapa saja yang mau melafazkannya, mengetahui maknanya, menghayati, dan mengamalkan dalam kehidupan.

Pertama, penyebab masuk surga
Bagi siapa saja hamba yang mengetahui asmaul husna, meyakininya dan mengamalkannya maka baginya surga. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits, dari Abu Hurairah RA Rasulullah bersabda:

عَنْ أبي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَال: قَالَ رَسولُ الله صلى الله عليه وسلم: لله تِسْعَةٌ وَتِسَعُونَ اسْمًا مَائةٌ إلَّا وَاحِدَةً لا يَحْفَظُها أَحَدٌ إلا دَخَلَ الجَنَّةَ
“Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Tidak ada orang yang menghafalnya kecuali dia masuk surga.”

وفي روايةٍ: “مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الَجنَّةَ

Dalam riwayat lain haditsnya berbunyi, “Barang siapa yang menghitungnya maka masuk surga.”

Kedua, kenalkan hamba pada Allah

عَنْ أَبِي كَعْبٍ رضي الله عنه؛ أنَّ المشْرِكِينَ قَالُوا للنبيِّ صلى الله عليه وسلم: يا مُحَمَّدُ، انْسِبْ لَنَا رَبَّكَ، فَأَنْزَلَ اللهُ تَعَالَى: ﴿ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ * اللَّهُ الصَّمَدُ * لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ * وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Dari Abi Kaab RA, bahwa orang-orang musrik berkata kepada Nabi Muhammad SAW, “Ya Muhammad, beritahukanlah pada hamk tentang tuhanmu. Maka Allah menurunkan surat Al Ikhlas.”

Ketiga, pangkal segala ibadah
Abu Qasim At Taymi dalam kitab al-Hujjah fi al-Mahajjah menjelaskan tentang pentingnya mengetahui asmaul husna. Sebagian ulama mengatakan bahwa kewajiban pertama yang diwajibkan Allah pada makhluknya adalah mengenal-Nya, maka ketika manusia mengenal-Nya, manusia akan beribadah pada-Nya.

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ “
Maka ketahuilah sesungguhnya tidak ada tuhan selain Allah.” (QS Muhammad 19).
Sudah seharusnya bagi Muslim mengetahui nama-nama Allah dan tafsirnya atau maknanya sehingga dapat mengagungkan Allah dengan sungguh-sungguh.

Keempat, sebab terkabulnya doa

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا “Dan Allah memiliki asmaul husna, maka berdoalah kalian kepada Allah dengan Asmaul Husna.”
(QS Al Araf 180).

Berdoa kepada Allah dengan asmaul husna itu menjadi sebab terkabulnya doa dan tercegahnya malapetaka. Maka Allah SWT mengasihi karena Allah adalah Ar Rahman (Yang Mahapengasih) Ar Rahim (Yang Mahapenyayang). Dan Allah mengampuni karena Allah itu Al Ghafur (Mahapengampun).
Nabi Muhammad SAW biasa memohon kepada Allah dengan asmaul husna dan bertawasul kepadaNya dengan asmaul husna. Rasululla bersabda:

أَسْأَلُك بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ أَنْزَلْتَه فِي كِتَابِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الغَيْبِ عِنْدَكَ – أَنْ تَجْعَلَ القُرآنَ رَبِيعَ قَلْبِي

“Aku bermohon pada-Mu dengan semua nama-Mu yang Engkau namai sendiri diri-Mu dengan nama-nama itu, atau yang Engkau turunkan nama itu di dalam kitab suci-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada salah seorang ciptaan-Mu, atau yang Engkau khususkan nama itu (tersimpan) di dalam ilmu yang tidak terlihat; agar Engkau menjadikan Alquram penyubur hati.”

Kelima, Allah mencintai hamba yang mencintai asmaul husna
عنْ عَاِئشَةَ رضي الله عنها؛ أنَّ النبيَّ صلى الله عليه وسلم بَعَثَ رَجُلًا عَلَى سَرِيَّةٍ، وَكَانَ يَقْرَأُ لِأَصْحَابِهِ في صَلَاتِهِم، فَيَخْتِمُ رضي الله عنه ﴿ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴾، فَلَمَّا رَجَعُوا ذَكَرُوا ذَلِكَ للنَّبِي صلى الله عليه وسلم، فَقَالَ: “سَلُوهُ لَأَي شَيْءٍ يَصْنَعُ ذلك؟” فَسَأَلُوهُ، فَقَالَ: لأنَّها صِفَةُ الرَّحْمَنِ، وَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا. فقالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: “أَخْبِرُوه أنَّ اللهَ يُحِبُّه”

Dari Aisyah RA, Nabi Muhammad SAW mengutus seorang laki-laki pada suatu peperangan dan dia menjadi imam sholat bagi yang lain dan selalu menutup bacaan suratnya dengan qulhuwallahu ahad. Ketika mereka kembali kepada Nabi, mereka menyebutkan hal itu kepada beliau.
Nabi bersabda, “Tanyalah kepadanya mengapa dia membaca surat itu.” Lalu sahabat bertanya kepadanya. Laki-laki itu menjawab, “Karena dalam (surat Al Ikhlas) terdapat sifat Ar Rahman dan aku suka membacanya.” Lalu Nabi bersabda, “Sampaikan kepadanya, bahwa Allah SWT juga mencintainya.”

Keenam, penyebab hilangnya kesusahan dan kegalauan

عن ابنِ مَسعودٍ رضي الله عنه عَنْ رَسُولِ الله صلى الله عليه وسلم؛ أنَّهُ قَالَ: “مَا أَصَابَ أَحَدًا قَطُّ هَمٌ ولا حَزَنٌ، فَقَالَ: اللهُمَّ إِني عَبْدُك، ابْنُ عَبْدِك، ابْنُ أَمَتِك، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِك، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ القُرْآنَ العَظِيمَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجلَاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي، إِلَّا أَذْهَبَ اللهُ هَمَّهُ وَحَزَنَهُ وأَبْدَلَ مَكَانَه فَرَحًا فَقِيلَ: يَا رَسُولَ الله، أَفَلَا نَتَعَلَّمُها؟ فَقَالَ: “بَلَى يَنْبَغِي لِكُلِّ مَنْ سَمِعَها أَنْ يَتَعَلَّمَها

Dari Ibnu Masud RA, Rasulullah bersabda, “Tiada orang yang tertimpa kebimbangan dan kesedihan kemudian berdoa: “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah seorang anak hamba laki-laki-Mu, ubun-ubunku di tanganmu, hukummu berlaku padaku, keputusanmu sangat adil padaku.
Saya memohon dengan seluruh nama yang Engkau miliki, yang Engkau menamakan diri-Mu dengannya, yang Engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, yang Engkau turunkan di dalam Kitab-Mu atau yang Engkau sembunyikan di ilmu ghaib di sisi-Mu. Jadikanlah Alquran sebagai musim semi hatiku dan cahaya di dadaku, serta menjadi penghilang kesedihan dan kebimbanganku, kecuali Allah akan menghilangkan kebimbangan dan kesedihannya dan menjadikan kesenangan sebagai gantinya.” Sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah kita tidak mempelajarinya?’ Beliau menjawab, “Benar, sepatutnya bagi orang yang mendengarnya agar mempelajarinya.”

Ketujuh, asmaul husna sumber semua ilmu

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ “

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Mahamengetahui segala sesuatu.”
(QS Al Hadid 3).

Dan Rasulullah SAW bersabda:

اللهُمَّ أَنْتَ الأَوَّلُ، فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَك شَيْءٌ “

Ya Allah, Engkaulah yang awal, maka tidak ada sesuatu pun sebelum-Mu. Dan Engkau yang akhir maka tidak ada sesuatu pun setelah-Mu.”

 

@garsantara