Kategori
All

Arab Saudi Secara Mengejutkan mengumumkan Memutuskan Hubungan Diplomatik Dengan Negara Qatar

 

Oleh: Dhedi Rochaedi Razak

Busur News Com, Riyadh- Arab Saudi secara mengejutkan mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik dengan negara tetangga, Qatar.

Seperti dilansir Reuters, Senin 5 Juni 2017, kabar ini sangat mengejutkan karena kedua negara bertetangga itu selama ini dikenal sebagai sekutu akrab dalam berbagai peristiwa politik di Timur Tengah.
Kantor berita Arab Saudi juga mengumumkan negara itu menutup kontak udara dan darat dengan Qatar.

“Ini adalah hak kami sebagai negara berdaulat untuk mencegah bahaya terorisme,”
demikian laporan resmi kantor berita Arab Saudi.

Bahkan koalisi yang dipimpin Arab Saudi dalam pertempuran di Yaman, membatalkan partisipasi pasukan Qatar.

*Sejumlah laporan analis politik internasional menyebut Arab Saudi menuding Qatar mendukung Al Qaida dan ISIS di sejumlah negara*.

Langkah Arab Saudi ini menyusul upaya serupa dari Bahrain.
Pada Senin dini hari, Bahrain menyatakan menarik korps diplomatiknya dari Qatar dan mengusir korps diplomatik Qatar dari negaranya.
Bahrain juga memberi batas waktu dua pekan bagi warga Qatar yang berada di negaranya untuk segera hengkang.
Langkah ini ditempuh Bahrain setelah menuding media Qatar mendukung aktivitas teroris bersenjata yang melakukan sabotase di negara tersebut.
Bahrain saat ini dilaporkan melakukan represi terhadap warga mayoritas Syiah yang disebut didukung oleh Teheran.
Seperti dilansir Reuters, ketegangan Qatar dan sejumlah negara Teluk terjadi setelah kantor berita Qatar menyebut Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamid Al Thani meminta negara-negara Teluk untuk bekerja sama dengan musuh bebuyutan mereka, Iran.
Meski pemerintah Qatar menyebut laporan itu muncul karena kantor berita mereka diretas, tak ayal Arab Saudi dan negara-negara Teluk lain murka.
Qatar sebagai anggota Liga Arab dan beraliran Sunni selama ini diketahui tetap memiliki hubungan dagang dengan Iran.
Kantor berita Rusia, Sputnik, melaporkan, langkah Arab Saudi dan Bahrain memutus hubungan dengan Qatar, akan disusul oleh Mesir dan Uni Emirat Arab.
Insiden serupa pernah terjadi pada 2014 ketika Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain memanggil pulang Duta Besar mereka dari Qatar.

*Alasannya, ketiga negara itu menuding Qatar mendukung Presiden Mesir terguling, Mohamad Mursi dan kelompok terlarang Ikhwanul Muslimun*.
Doha –
*Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain menarik duta besarnya dari Qatar karena Doha dianggap tidak menaati kesepakatan untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri anggota negara Teluk*.

Ketiga negara tesebut, dalam pernyataan bersama, mengatakan penarikan itu dilakukan demi kepentingan melindungi keamanan dan stabilitas negara.
Menurut laporan yang diwartakan oleh kantor berita Saudi, Rabu, 5 Februari 2014, keputusan memanggil pulang duta besar diambil karena Qatar tidak menaati pakta keamanan untuk tidak intervensi urusan dalam negeri negara-negara lainnya yang tergabung dalam Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).
Dalam sebuah pernyataan bersama yang disampaikan ketiga negara itu, Qatar dianggap gagal menaati prinsip-prinsip sebagai anggota GCC.

Joseph Kechichian dari King Faisal Centre for Research & Islamic Studies di Riyadh, Arab Saudi, mengatakan kepada Al-Jazeera bahwa penarikan itu sepertinya bersumber dari pakta keamanan.
Sebab, Qatar termasuk negara yang mendukung pakta tersebut.

“*Hal ini mencerminkan ada perbedaaan politik mendasar di antara anggota GCC, terutama antara Qatar sebagai satu negara dan lima negara lainnya terhadap masalah Al-Ikhwan al-Muslimun, yang tidak hanya muncul di kawasan GCC, tapi juga di Mesir*”.

(Rn)