Kategori
All Nasional

Anton Digdoyo : Islam Itu Bukan Ideologi Tetapi Agama Terbuka Dan Sangat Berani

Mantan Jendral Polri Anton Digdoyo

Nawacita online ,Jakarta

Menurut Anton Digdoyo ,bahwa Islam itu bukan ideologi tapi agama terbuka dan sangat berani,terakhir paripurna.
Ajarannya aktual sepanjang masa dan satu-satunya  agama yang sangat berani menantang siapapun yang bisa mengalahkan ajaran-ajarannya bahkan  sekedar menyamainya.

” Sangat keliru jika ada yang mengatakan Islam itu ideologi tertutup yang ajarkan kekerasan dan sara,”kata Dewan  Pakar ICMI Anton Digdoyo pada pengajian Rabuan di DPP  PBB bersama Prof.Margarito , Dr MS Kaban dipandu Ir Edy Wahyudin MBA di Jl.Pasar Minggu Jakarta, kamis ( 11/1).

“Sudah 1500 tahun belum ada yang bisa nenemukan kesalahan-kesalahan  Islam.,”ujar Anton yg mantan  Jendral POLRI .

Misalnya Prof Garry Miller pendeta juga misionaris Jerman selama 20th mencari kesalahan alQuran tak ketemu, justru ia jatuh cinta kini memeluk Islam jadi tokoh Islam paling terkemuka di kawasan Eropa.

Ilmuwan-ilmuwan  Barat kini berbondong- bondong masuk Islam setelah mengetahui penemuan-penemuan sain dan teknologinya ternyata telah didahului oleh AlQuran dan Sunnah.

Anton juga menyatakan bhwa the founding fathers kita sangat smart dalam membuat UUD 1945, penuh pesan moral etika dan akidah contoh UUD kita dengan tegas menjelaskan bahwa dasar negara Indonesia adalah KeTuhanan Yang Maha Esa (psl 29 ayat 1) .

Sedangkan pancasila adàlah ideologi negara bukan dasar negara. Negara Indonesia berdasar keTuhanan Yang Maha Esa itu artinya dalam semua aspek kehidupan individu bermasyarakat berbangsa bernegara harus dipandu oleh ajaran tauhid Tuhan Yang Maha Esa demikian pula dalam berkebebasan berHAM dan berdemokrasi harus tetap dalam koridor Tuhan Yang Maha Esa.

Oleh karena itu faham atheis komunisme marxisme leninisme dilarang di Indonesia dan karenanya menjalin hubungan dan kerjasama yg sangat luas bahkan hutang yg sangat banyak pada RRC negara atheis komunis sangatlah tidak tepat dan sangat berbahaya.
Demikian jendral Anton Digdoyo yang  juga Ketua Penanggulangan Penodaan Agama iru menjelaskan.(Am,Riena).